oleh

Takbir Keliling Ditiadakan, Tak Ada Salat Ied Berjamaah

MANOKWARI – Umat Islam di Provinsi Papua Barat diminta tidak melaksanakan takbir keliling menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Papua Barat, H. Ahmad Nausrau,SPd.I meminta kepada umat Islam di daerah ini cukup melaksanakan takbir di rumah masing-masing.

Ketua MUI mengatakan, ditiadakannya takbir keliling sebagai upaya pencegahan wabah virus corona. Umat Islam diminta membantu pemerintah dalam penanganan wabah. Ditiadakannya takbir keliling atas masukan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, dimana ada beberapa daerah  yang masuk zona merah, seperti Manokwari, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni, Raja Ampat, Manokwari Selatan dan Fakfak, serta zona kuning.

“Untuk daerah-daerah yang masuk zona merah seperti Manokwari, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni, Raja Ampat dan Fakfak tidak ada takbiran keliling. Takbiran dilaksanakan di kediaman masing-masing,” kata Nausrau kepada Radar Sorong di Kantor Gubernur Papua Barat, Selasa (19/5).

Menurutnya, takbiran dapat dilaksanakan di masjid tetapi cukup oleh iman masjid dan penjaga masjid. “Sedangkan jamaat kita anjurkan melaksanakan zikir dan doa serta takbir di rumah masing-masing,” ucapnya.

Sedangkan untuk daerah kuning dan hijau, keputusan ada atau tidaknya takbiran keliling diserahkan kepada MUI, pimpinan ormas Islam dan pemerintah daerah. Walau masuk berada di zona hijau, MUI tetap menyarankan umat Islam takbiran di rumah masing-masing atau di masjid.

Sebelumnya MUI telah memutuskan pedoman pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 1 Syawal Hijriah/2020 M. Daerah yang masuk zona merah yakni Manokwari, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni, Raja Ampat, Manokwari Selatan dan Fakfak, diminta melaksanakan salat ied di rumah. Sedangkan daerah zona kuning dan hijau, pelaksanaan sholat Idul Fitri dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat.

Ketua MUI mengatakan, beberapa MUI kabupaten sudah melaporkan, seperti Kaimana, Teluk Wondama akan melaksanakan salat Idul di lapangan dan masjid. Sedangkan Teluk Bintuni, Kabupaten Sorong, Manokwari Selatan tidak melaksanakan salat Ied berjamaah di lapangan atau masjid.

Sementara itu, Pemprov Papua telah mengeluarkan himbauan kepada umat muslim di seluruh tanah Papua untuk tidak melakukan salat Idul Fitri berjamaah, mengingat situasi Papua saat ini yang tengah dilandah Pandemi Covid-19. Demikian dikatakan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal usai melakukan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua. “Kami baru melakukan pertemuan dengan tokoh agama dalam hal ini MUI, Kanwil Agama, NU dan Muhamdiyah. Keputusannya, tidak ada salat idulfitri berjamaah tetapi dilakukan di rumah masing-masing,” kata Wagub  Klemen, Selasa (19/5).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH. Syaiful Islam Al Payage menegaskan menang ada beberapa kabupaten yang diijinkan melakukan salat ied berjamaah seperti Kabupaten Mimika dan Merauke, namun dirinya menegaskan bahwa ijin tersebut harus dibatalkan. “Pemkab harus mematuhi fatwa MUI Provinsi Papua maupun pemerintah pusat dalam memerangi pandemi Covid-19. Kita semua inginkan virus tersebut cepat berlalu sehingga kita dapat beraktifitas seperti biasanya. Untuk itu, mari kita sama-sama mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” katanya. (lm/al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed