oleh

Dijerat Dua Pasal Kepemilikan Narkotika

SORONG – IR (19), tersangka pendistribusian narkotika jenis ganja yang diamankan di Jalan A. Yani depan kantor Pelni Sorong, Senin (18/5) pukul 10.00 WIT, dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Hal tersebut diungkapkan Wakapolres Sorong Kota, Kompol Hengky K Abadi,S.IK saat jumpa pers didampingi Kasat Resnarkoba Kota AKP Wisnu Prasetyo,SH,S.IK, Selasa (19/5).

Wakapolres mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka IR, dirinya baru pertama kali melakukan pendistribusian ganja tersebut. “Tetapi kami tetap melakukan pengembangan terhadap kebenaran apa yang disampaikan oleh tersangka tetap didalami. Asumsi atau dugaan tersangka sudah beberapa kali melakukan hal tersebut jelas ada, akan tetapi masih dikembangkan. Dengan banyaknya barang yang ditemukan, tentunya tersangka merupakan pengedarnya sehingga kita menerapkan pasal kepemilikan dalam jumlah banyak,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (19/5).

Pihaknya lanjut Wakapolres, menduga IR sudah memiliki mata rantai penyaluran ganja, hal ini terlihat dari banyaknya ganja yang ia ambil. “Selain sebagai pengedar ganja, IR diketahui tidak memiliki pekerjaan,” ungkapnya.

Dibeberkannya, pada hari Senin (18/5) sekitar pukul 10.00 WIT di depan Kantor Pelni Sorong, IR diamankan saat mengambil barang yang dikirim dari Kota Jayapura. Setelah digeledah, ternyata berisikan narkotika jenis ganja dalam beberapa bungkusan dengan berat 6,8 Kg.  “Kami mengamankan 1 tersangka. Kasus ini dalam pengembangan, ada beberapa DPO yang dicari maupun keterlibatan jaringannya. Barang bukti yang diamankan yakni 19 bungkus plastik besar kemasan beras yang diduga berisikan narkotika jenis ganja, 20 plastik warna bening berisikan ganja, 4 kantong plastik warna hitam terlatban berisikan ganja, 2 karton berisikan pinang dan sirih,” terangnya sembari mengatakan pihaknya juga mengamankan 1 unit HP Samsung, 1 kertas cargo dan 1 unit motor Honda Vario putih.

Kasat Resnarkoba Polres Sorong Kota AKP Wisnu Prasetyo,SH,S.IK menambahkan, saat akan dilakukan penangkapan, IR sedang bersama temannya berinisial FD. Namun FD terlebih dahulu mengetahui sehingga FD pun langsung melarikan diri. Hingga saat ini, anggota Satresnarkoba Polresta Sorong masih melakukan pengejaran terhadap FD. “FD merupakan residivis kasus narkoba juga dan FD juga merupakan salah satu napi yang kabur saat pembakaran Lapas pada Agustus 2019 lalu, semoga dapat kita temukan lagi,” tuturnya.

Selain pengedar, IR juga merupakan pengguna walaupun saat melakukan tes urine IR dinyatakan negative narkoba, akan tetapi berdasarkan pengakuan IR dirinya terakhir menggunakan ganja sekitar 1 bulan lalu. “Tersangka tidak lagi menggunakan ganja dan terakhir 1 bulan lalu karena memang tidak ada ganjanya yang bisa digunakan,” jelasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed