oleh

400-an Karyawan Diturunkan dari Tembagapura

TIMIKA – Khawatir tingginya kasus Covid-19 di lingkungan perusahaan, PT Freeport Indonesia akan menurunkan karyawan yang beresiko tinggi, yakni mereka yang memiliki penyakit bawaan. Manajemen sudah melakukan pendataan dan sekitar 400 orang karyawan harus diturunkan. 

Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Jonny Lingga dalam pertemuan evaluasi pembatasan sosial, Jumat (15/5) di Hotel Grand Mozza menjelaskan, upaya pengendalian wabah Covid-19 di lingkungan PTFI, salah satunya menerapkan instruksi Bupati terkait pembatasan aktivitas di wilayah dataran rendah, karyawan sudah dipulangkan jam 1 siang. Bahkan gerbang ditutup jam 2 siang, namun ada pengecualian untuk logistik dan teknisi listrik. 

Pembatasan sosial juga sudah diterapkan di Tembagapura. Manajemen sudah mendata karyawan beresiko tinggi yang memiliki penyakit bawaan. “Kita sudah ada list 400 orang harus diterbangkan. Mereka menurut rekam medis lebih baik jangan di Tembagapura,” katanya.

Dari 400 orang karyawan berisiko tinggi yang dikhawatirkan kondisinya memburuk jika terpapar corona, sudah sekitar 70 orang yang diturunkan. Namun sebelum diturunkan dari Tembagapura, harus dipastikan apakah tidak terpapar virus corona melalui rapid test. Bukan hanya yang memiliki penyakit, karyawan yang merasa tidak nyaman juga bisa pulang.

Karyawan yang pulang cuti karena sakit, tetap menerima benefit meskipun tidak full. Ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini PTFI belum melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kecuali karyawan kontraktor yang memang kontraknya sudah selesai dan tidak diperpanjang lagi. “Kita tidak berpikir untuk itu sekarang,” ujar Jonny.

Manajemen PTFI juga masih terus melakukan rapid test massal. Sekitar 800 karyawan sudah menjalani rapid test. PTFI menyiapkan 50 ribu alat rapid test dengan sasaran 25 ribu karyawan. Selain itu sudah dilakukan penambahan 1.000 bed untuk karantina. Jonny mengatakan, mesin PCR sudah difungsikan dan bisa juga dipakai oleh Pemda Mimika. Ada dua unit mesin yang disediakan dan yang terpasang sudah dua unit. Dari sekitar 72 kasus aktif di Tembagapura diperkirakan ada 10 pasien yang sembuh minggu ini. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed