oleh

Semangat Kunci Sukses Bebas dari ‘Cengkeraman’ Corona

SORONG – Yohanes Tentua, lelaki berusia 71 tahun yang dinyatakan sembuh dari infeksi Coronavirus Disease-2019 (Covid-19), akhirnya bisa melangkahkan kaki meninggalkan tempat karantina di Diklat Kampung Salak Kota Sorong. Tidak sendiri, Yohanes ditemani istri berserta anak-anak tercinta yang menjadi semangat dan dukungannya menghadapi virus corona.

Dikarantina 14 hari di Balai Diklat, Yohanes menjadi salah satu pasien positive Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang pada Senin (11/5) sekitar pukul 14.00 WIT. Yohanes dinyatakan sembuh oleh tim medis setelah melalui pemeriksaan swab dua kali berturut-turut di Balitbangkes Makassar dan hasilnya negatif, diumumkan pada Minggu malam (10/5) kemarin.

Melangkahkan kaki keluar dari gerbang tempat karantina, Yohanes disambut hangat oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong berserta para perawat dan dokter yang menanganinya selama ini. Bucket berisikan cokelat serta bahan makanan kemudian diberikan kepada Yohanes dan keluarga. Yohanes berjalan dengan bahagia dan tersenyum dibalik masker yang digunakannya. Mobil Avanza terparkir tidak jauh, akan mengantarkan Yohanes berserta keluarganya pulang ke rumahnya yang beralamatkan KPR Sakura Garden Bambu Kuning Km 12 Masuk. 

Mendekati mobil, Yohanes Tentua yang berjalan dengan bahagianya selalu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, paramedis serta awak media yang telah meliput kepulangannya bersama keluarga.  “Semangat yang paling penting, karena kalau hidup semangat tetap kita sehat dan sembuh saja. Bila perlu bersih-bersih supaya kita sehat semua. Saya ucapkan banyak terima kasih atas penyertaan Tuhan kepada saya sehingga saya bisa sembuh,” ucapnya dengan penuh suka cita

Yohanes menceritakan selama 14 hari dirinya bersama keluarga diisolasi di Gedung Diklat Kampung Salak Rufei, selalu mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah maupun tim medis. Hal tersebut yang membuat dirinya bisa segera sembuh dan sehat kembali. “Kalau kita tidak ikut peraturan dari paramedis, kita tidak akan sembuh. Buat paramedis, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Saya juga minta terima kasih kepada pemerintah karena sudah mendukung kita, sudah support saya sampai hari ini saya sembuh dan bisa pulang dengan satu tubuh yang sehat,” ujarnya.

Menurut Yohanes, dirinya berserta keluarganya memiliki cerita panjang selama diisolasi selama 14 hari karena dinyatakan positif Covid-19. “Tapi, Tuhan bisa beri napas hidup dan kekuatan untuk saya sampai saya bisa ketemu dengan media, pejabat-pejabat pemerintah daerah dan medis yang sudah banyak bekerja keras membantu kita,” paparnya.

Selama di isolasi di Gedung Diklat Kampung Salak, lanjut Yohanes, semua berjalan baik. Tempat karantina merupakan tempat yang bagus, selain itu, ia terus diberikan obat dan rutin dilakukan pengecekan.  Yohanes berharap agar seluruh masyarakat Kota Sorong tetap menjaga kebersihan diri sendiri, keluarga maupun lingkungan. Yang paling utama, mengikuti anjuran untuk tetap diam di rumah. “Kalau kita tidak ikut aturan dan lawan pemerintah, bagaimana kita mau sembuh dan terhindari dari virus corona. Kita harus ikut semua aturan yang sudah ditetapkan,” terangnya.

dr. Lenny Hae menjelaskan, selama dikarantina, pihaknya selalu memantau, Yohanes selalu diberikan suplemen dan vitamin dan juga makanan bergizi. “Kami berterima kasih karena konsumsi yang disediakan Tim Satgas cukup memenuhi permintaan dari pasien hingga saat ini pasien dalam kondisi yang baik dan pulih,” ungkapnya.

Anggota keluarga Yohanes yang ikut dikarantina, pada prinsipnya dari awal ikut isolasi karena kontak erat dengan pasien. Namun berdasarkan hasil swab, keluarga Yohanes dinyatakan negative. Namun, tetap keluarga pun diberikan suplamen dan vitamin dan juga masker. “Yohanes dirawat hampir 2 Minggu, tapi sebenarnya sudah isolasi mandiri selama 1 minggu di rumah terlebih dahulu. Intinya yang menjadi faktor kesembuhan Yohanes adalah keluarga yang sangat koperatif dengan apapun yang kami sampaikan,”ungkapnya. Yohanes mendapatkan dukungan penuh dari istri berserta anak dan cucu. Pada saat Yohanes akan diisolasi sendiri, keluarganya memutuskan untuk ikut bersama menemaninya, dan motivasi dari keluarga ini menjadi pembangkit semangatnya melawan infeksi virus corona hingga akhirnya dinyatakan sembuh.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed