oleh

Perusak Tugu Selamat Datang Ditangkap

-Metro-83 views

WAISAI -Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat (R4) melakukan rilis pengungkapan pelaku kasus tindak pidana perusakan nama box Raja Ampat yang merupakan icon terletak di bangunan  Tugu Selamat Datang, tepat di depan SPBU, di jalan Jenderal Sudirman, Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

Kapolres Raja Ampat AKBP. Andre J.W. Manuputty, S.IK saat konferensi pers dalam rilisnya menjelaskan kronologis perusakan tersebut pada Sabtu pagi (9/5), pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada nama yang dipasang ditugu selamat datang sudah dalam kondisi rusak. Dimana dari perusakan itu, ada beberapa huruf dari tulisan roboh. Kemudian pihaknya lansung mengecek dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pencarian dan pengumpulan data baik di TKP maupun saksi-saksi yang coba dicari.

“Hasilnya, Sabtu (09/05) sore menjelang malam, saat mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi-saksi , kami berhasil mengamankan 1 orang pelaku berinisial YP, ” terang Kapolres Raja Ampat saat menggelar konferensi pers didampingi Kasatreskrim Iptu Nirwan Fakaubun, S.IK, dan anggota Polres lainnya di ruang data Mapolres Minggu (10/05).

Dari keterangan pelaku YP, ia berkumpul bersama teman-temannya meminum miras, selanjutnya YP diminta oleh temannya berinisial P untuk mengantarnya pulang ke perumahan 30 di Waisai Kota. Setelah itu, pelaku YP kembali menuju kerumahnya yang melewati Tugu Selamat Datang, namun di tengah jalan YP tidak malanjutkan perjalanan ke rumah tetapi mampir bersama teman-temannya di tugu tersebut. Sambil berkeluh kesah karena sekitar dua hari sebelumnya ada pencairan upah tetapi pelaku YP dan termasuk beberapa teman kerjanya tidak mendapatkan bagian dari pembayaran upah hasil dari pengerjaan Tugu Selamat Datang.

“Karena kecewa tidak mendapatkan upah, yang bersangkutan YP pada pukul 02.00 WIT, YP melakukan perusakan huruf di bagian Tugu Selamat Datang,” terang Kapolres sembari menyebutkan, pelaku telah mengakui perbuatannya. Dari perbuatannya, pelaku YP disangkakan pasal 410 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan KUHP pasal 406 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku YP ditemui sejumlah wartawan usai dirinya hadir saat rilis menyampaikan permintaan sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini kepada Bupati Raja Ampat dan seluruh masyarakat Raja Ampat atas perbuatan yang dilakukannya. 

“Saya pribadi meminta maaf kepada Bupati Raja Ampat dan seluruh masyarakat Raja Ampat. Apa yang saya lakukan ini karena kesabaran yang cukup lama karena tidak diberikan upah kerja. Maka kekecewaan saya lampiaskan khusus ditujuhkan kepada pihak eksekutor pekerjaan bukan kepada pihak perusahaan. Sekali lagi tidak ada unsur untuk menjatuhkan atau merusak nama baik Kabupaten Raja Ampat. Saya salah dan akan perbaiki kesalahan itu dan memperbaiki nama baik Raja Ampat,”ungkap Pelaku YP saat ditemani istri dan anaknya yang masih berusia 2 dua bulan. (hjw) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed