oleh

Kasus Corona di R4 Melonjak

WAISAI – Hingga Rabu (6/5) terdata 14 orang yang positif terinfeksi virus corona di Kabupaten Raja Ampat. Sebelumnya pada 5 Mei, bertambah 4 kasus dibanding sehari sebelumnya. “Telah diterima lagi sebanyak 30 sampel, dengan tambahan 4 sampel kasus konfirm positif Covid-19 dan 26 sampel lainnya negatif Covid-19. Maka, jumlah total pasien positif Covid-19 di Raja Ampat sebanyak 14 orang,” jelas Jubir Tim Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Raja Ampat dr.  Rosenda saat konfrensi pers di Kantor Bupati Raja Ampat, kemarin.

Menurutnya, dari 4 kasus baru positif Covid-19, dua diantaranya memiliki riwayat kontak dengan imported case yang melakukan perjalanan dari Kota Sorong. Seorang diantaranya  perempuan berusia 35 tahun berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di Puskesmas Waisilip, Distrik Waigeo Barat Daratan. Sedangkan seorang lainnya laki-laki berusia 63 tahun berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dua pasien positif lainnya dari wilayah Puskesmas Waisai Distrik Kota Waisai, perempuan usia 34 tahun, status sebelumnya ODP. Terakhirnya, laki-laki 34 tahun berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Rosenda menerangkan, total sample swab yang sebelumnya dikirim dan telah diterima hasilnya per 7 Mei sebanyak 64 sampel. “Per 7 Mei 2020 total 64 sampel swab yang dikirim ke BBLK Makasar dan sudah diterima hasil pemeriksaannya, 14 positif Covid-19 dan 50 negatif. Jumlah PDP 7 orang, ODP 90 orang (59 masih dalam pemantauan), dan jumlah OTG 70 orang,” bebernya sembari menambahkan, ke-14 orang yang positif Covid-19 dalam keadaan baik dan sehat, mendapatkan pelayanan dan perawatan secara khusus oleh tim medis di RSUD Raja Ampat.

Sementara itu, Gugus Tugas  Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat dan Manokwari, membawa seorang ibu dan bayinya yang baru lahir di Distrik Warmare untuk dirawat di RS Provinsi Papua Barat, Kamis (7/5). Dari hasil pemeriksaan rapid test, sang ibu berstatus reaktif.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap mengatakan, pihaknya sebelumnya melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk membawa ibu dan anaknya untuk dirawat di rumah sakit. “Setelah diberi penjelasan, pihak keluarga tidak keberatan untuk membawa ibu dan anaknya dibawa ke rumah sakit,” kata dr. Arnold kepada  wartawan, kemarin.

Diketahui, ibu berusia 20 tahun ini tinggal di Kampung Gueintuy Distrik Warmare, pada April 2020 melakukan perjalanan ke Malang, Jawa Timur. Ibu ini kemudian melahirkan di Puskesmas Warmare pada 15 April dan ditangani oleh para perawat dan bidan. Tiga hari berikutnya atau 18 April, ibu dan anaknya dibawa ke Rumah Sakit Pratama Warmare. Ada 22 perawat dan medis yang   kontak langsung dengan ibu dan anaknya ini.  Kemudian dibawa ke RSUD Manokwari, dan ibu ini mengaku baru saja melakukan perjalanan di Malang.

Pihak  RSUD Manokwari melaksanakan pemeriksaan terhadap ibu dan anaknya. Pada 3 Mei 2020 dari hasil pemeriksaan rapid test, ibu ini reaktif. Mencermati  ini, Tim Covid 19 Warmare melaksanakan koordinasi dengan Tim Gugus Covid 19 Kabupaten Manokwari untuk melaksanakan evakuasi dengan mengarantinakan ibu dan anaknya. “Kami sudah membawa ibu dan anaknya untuk dirawat di rumah sakit provinsi,” ujar dr. Arnold Tiniap. (hjw/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed