oleh

Tuntaskan Kasus Kematian SR !

SORONG – Pihak keluarga SR yang meninggal dunia akibat penikaman di Jalan Hasanudin samping SD Al-Jihad Kota Sorong, menyerahkan sepenuhnya penuntasan kasus kematian SR kepada pihak kepolisian Polres Sorong Kota. Harapannya, pihak kepolisian mengamankan para pelaku yang belum tertangkap yang diduga ikut terlibat dalam kasus kematian SR.

Paman korban, Edoardus Heatubun menjelaskan, sudah ada kesepakatan bersama antara pihak keluarga dan pihak kepolisian, pihak keluarga menaruh kepercayaan penuh kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus yang mengakibatkan meninggalnya SR. “Melakukan pengamanan terhadap beberapa pelaku yang belum tertangkap dan memang sampai saat ini pihak polisi masih dalam proses pengejaran terhadap pelaku, karena itupun harapan dari keluarga kami,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (5/5).

Pihak kepolisian sambung Edoardus, mengharapkan agar pihak keluarga melakukan koordinasi terkait kamtibnas di lingkungan kompleks Surya Kampung Baru. Sebab, baru pertama kali kasus pembunuhan seperti ini terjadi di Papua sehingga beberapa saudara korban tidak menerima hal tersebut. Namun, apapun yang sudah terjadi, pihaknya menerima itu. “Semua informasi penangkapan beberapa pelaku yang belum tertangkap, itu nanti kita dapatkan dari kepolisian dan kami bersedia menerima itu,” ucapnya.

Menanyakan terkait kepribadian SR sehari-hari, Edo menceritakan bahwa SR memiliki kepribadian yang sangat biasa, sehingga informasi kematian SR pun cukup mengejutkan pihak keluarga. Menanyakan firasat yang dirasakan keluarga sebelum meninggalnya SR, ibunda korban, Regina Heatubun mengatakan bahwa saat itu sekitar pukul 22.30 WIT korban datang ke rumah keluarganya dan mengatakan bahwa dirinya akan pulang ke Klademak 2 tempat istrinya berada. Namun sebelum pergi, SR sempat menanyakan sesuatu hal kepada ibunya. “Sebelum dia pergi, dia tanya saya “Mama, mama sayang saya kah tidak, mama sayang saya kah? dan itu biasa dia lakukan. Kemudian dia bilang lagi, “mama, mama sayang saya kah tidak”. Dan saya pun bilang mama sangat sayang kau sekali, kenapa bilang begitu kah,”ungkapnya 

Regina pun menyuruh SR untuk pulang kembali ke rumah mertuanya yang berada di Klademak 2, sebab istri dan anaknya sedang menunggu di rumah. Regina pun sempat menawarkan agar SR tidur di rumahnya namun SR menolak karena harus pulang sebab dirinya sangat menyayangi istri dan anaknya. “Pas dia sudah jalan, eh dia kembali lagi dan tanya lagi “mama sayang saya kah tidak”. Saya bilang, mama sangat sayang sama Safio, panggilan akrab SR. Tapi, saya tidak cepat melangkah untuk menahan bahkan hati saya pun bertanya. Pas saya turun dia sudah jalan, saya hanya bilang Tuhan jauhkan anak saya dari marabahaya, kenapa anak saya bilang begitu dan selamatkan anak saya sampai di rumahnya,” ungkapnya dalam doa.

Regina merasa sangat menyesal, kenapa dirinya tidak tahan SR untuk tetap tinggal di rumahnya andaikan ia menahan SR, pasti SR tidak akan seperti ini. SR anak yang selalu bercanda, dia tidak pernah membuat onar dan pergaulan SR pun sangat baik dengan semua keluarga maupun teman-temannya. SR merupakan anak ke 3 dari 12 bersaudara dan SR salah satu karyawan swasta. SR meninggal dunia pada usia ke 38 tahun, meninggalkan 1 orang istri dan 5 anak.

Fredy Rahangmetan, ayahanda korban mengatakan pihak keluarga telah menyerahkan kasus kematian anaknya kepada pihak yang berwajib dan diharapkan pihak kepolisian pun mengungkap para pelaku yang terlibat dan jangan biarkan hingga berlarut-larut. “Kami pun kasihan dengan nasib dan masa depan istri dan anak-anak, siapa yang akan menjamin mereka,” terangnya. Terkait adanya pemberitaan bahwa Alm SR mengkonsumsi miras bersama para pelaku, Fredy menyatakan itu tidaklah benar. Informasi yang sesungguhnya ada pada pihak kepolisian dan pihak kepolisianlah yang tahu. 

Sementara itu, pantauan Koran ini sekitar pukul 13.20 WIT di Jalan Sam Ratulangi Kompleks Surya kembali tegang dengan adanya aksi pembakaran ban dan pemalangan jalan oleh sekelompok masyarakat. Aksi tersebut merupakan buntut dari kekecewaan atas meninggalnya SR. Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK, MH bersama jajaran Polres Sorong Kota dan bantuan dari TNI, turun memberikan himbauan dan mengamankan situasi. Situasi kemudian berangsung kondusif hingga akhirnya sekitar pukul 15.30 WIT aksi pembakaran ban dan pemalangan jalan berhasil dibuka dan situasi jalan Sam Ratulangi mulai dilewati kendaraan.

Kapolres Sorong Kota melalui Kapolsek Sorong Barat, AKP Isaac K. Hosio membenarkan adanya aksi sekelompok massa melakukan pemalangan dan bakar ban, namun tidak berlangsung lama dan langsung dibuka oleh pihak kepolisian. Dan,  malam ini (Semalam,red) pihak kepolisian mengalihkan arus lalulintas sebagai bentuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan. “Anggota kami pun standby di Surya. Sebenarnya dari pihak keluarga sudah menerima hanya saja mungkin teman-teman korban yang masih belum terima,” jelasnya kepada Radar Sorong, Selasa (5/5).

Tuntutan dari aksi teman-teman korban ialah agar pelaku pembunuhan SR ditangkap dan hal itupun sudah dilakukan pihak kepolisian.  “Saat ini personel yang lagi berjaga-jaga di Surya itu dari piket jaga di Polsek Sorong Barat, Reskrim dan anggota piket intel malam dan anggota Sabhara,” terangnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed