oleh

Malam Hari, Kota Masih ‘Ramai’

SORONG – Aktivitas masyarakat Kota Sorong kini dibatasi oleh aturan baru pembatasan aktifitas warga mulai pukul 05.00 WIT hingga pukul 19.00 WIT. Hanya saja, sejak lahirnya aturan pemberlakuan jam malam belum efektif penerapannya.  Di malam hari, jalan Basuk Rahmat arah kilo tidak seramai biasanya, namun hal ini sudah terlihat sejak mewabahnya corona. 

Beberapa tempat usaha masih buka diatas jam 7 malam di pinggiran jalan Basuki Rahmat maupun di Jalan Sungai Maruni Km 10 Masuk. Beberapa warung malam atau yang familiar disebut warung begadang masih terlihat melakukan aktivitas jual beli di malam hari. Namun hal ini bukan karena pedagang bermaksud membangkang, melainkan untuk bertahan hidup.

Salah seorang pemilik warung begadang yang enggan namanya dikorankan mengatakan, warungnya itu warung malam, sehingga tidak mungkin mengikuti aturan jam malam. “Bukan mau melawan aturan, tapi ini kan rutinitas warung malam. Kalau saya harus ngikutin aturan ya susah,” ungkapnya, Selasa (5/5).

Dikatakannya, di saat seperti ini dirinya mencari uang bukan untuk menjadi kaya tetapi hanya untuk bertahan hidup. Lebih tepatnya, mempertahankan hidupnya, anak serta istrinya juga untuk mempertahankan hidup karyawannya. “Saya harap pemerintah ngerti lah. Karena jualan normal saja omset sudah turun 50%, bagaimana kalau sekarang dibatasin. Misalnya saya buka jam 5 sore, jam 7 malam harus tutup artinya tidak dapat apa-apa, hanya buang waktu, padahal biaya operasional tidak ada stimulus sama sekali,” sambungnya.

Dia menilai kebijakan pemerintah justru mencekik perekonomian pelaku usaha kecil seperti mereka. “Kebijakan itu seharusnya dibarengi solusi, kalau begini malah terkesan kebijakan setengah-setengah. Untuk yang punya gaji lancar tiap bulan mungkin masih ada harapan, tetapi bagi kami kebijakan ini mencekik leher,” tandasnya.

Menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Sorong terkait pembatasan aktifitas warga mulai pukul 05.00 WIT hingga pukul 19.00 WIT, Kasatpol PP Kota Sorong, Daniel Jitmau,SE,MM mengerahkan 74 personel Satpol PP melakukan sosialisasi sejak dikeluarkannya SE, memberitahukan kepada masyarakat. 

Kasatpol PP Kota Sorong, Daniel Jitmau,SE,MM mengatakan, seluruh personel Satpol PP dilibatkan melakukan sosialisasi. Senin (4/5) kemarin 3 unit mobil milik Satpol PP menelusuri Kota Sorong mulai dari Km 18 hingga Km 0 memberikan sosialiasi terkait Surat Edaran Walikota Sorong,” jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Dia mengatakan, pihaknya menghimbau terlebih dahulu agar masyarakat maupun pedagang kaki lima memahami. “Kita akan terus memantau lagi, ini kan warga kita jadi kita melakukan sosialisasi dulu sehingga mereka bisa mengerti. Kalau ada yang masih melawan dan terus beraktifitas di atas waktu yang ditentukan maka akan ada langkah yang saya ambil untuk itu. Namun saat ini kami masih terus mensosialisasikan surat edaran tersebut,”pungkasnya. (juh/ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed