oleh

Para Sopir Minta Penangguhan Angsuran

-Metro-342 views

SORONG-Dampak dari wabah virus Corona sangat dirasakan sopir jasa angkutan antar kabupaten yang berpangkalan di Pasar Bersama, jalan Jenderal Sudirman, Jalan Baru Kota Sorong. Akibat dari wabah Corona, tidak ada aktivitas jasa angkut ke kabupaten – kabupaten tetangga, sehingga pendapatan para sopir berkurang bahkan nyaris tidak ada.

Dalam kondisi tersebut, jangankan untuk membayar angsuran mobil, untuk makan pun sangat susah. Sementara dari pihak leasing (pembiayaan) yang ada di Kota Sorong tidak menerapkan kebijakan dan selalu mengingatkan untuk membayar angsuran sesuai jatuh tempo.

“”Kita mau bayar pake apa dengan kondisi begini, jadi kami meminta kepada pihak pemerintah untuk memperhatikan kehidupan kita yang ada di terminal ini, agar memberikan penangguhan pembayaran angsuran mobil kepada leasing sesuai dengan anjuran pemerintah daerah atau presiden,” jelas salah satu sopir jasa angkutan antar kabupaten, Nasir kepada Radar Sorong, Rabu (29/4).

Sejauh ini, sambung Nasir, ada kebijakan yang di berikan oleh salah satu Leasing di Kota Sorong yakni dengan memberikan 3 pilihan, pertama pembayaran setengah dari angsuran, namun sebelum jatuh tempo sudah harus dilunasi. Kedua, perpanjangan tenor maksimal 6 bulan dan pilihan ketiga pihak debitur harus membayar bunga selama 6 bulan. Kemudian akan ditambahkan ke sisa kredit.

“Ini kan nantinya kredit bukannya berkurang malah bertambah, misalkan saya yang biasanya membayar angsuran saya sebesar Rp 5.8 juta perbulan, kalau saya pilih poin ke tiga maka saya bisa membayar hingga 7 sampai 8 juta kedepannya karena ditambah dengan sisa kredit, dan juga ada dendanya yang akan dibayar saat pelunasan,”ungkapnya.

Wabah ini sangat berpengaruh bagi penghasilan para sopir jasa angkutan antar kabupaten. Tambah Nasir,  biasanya setiap hari pasti ada saja mobil yang naik untuk mengantar penumpang ke kabupaten tetangga. Namun, saat ini bahkan tidak ada yang naik.

“Biasanya, dalam 1 hari saja, bisa 4 hingga 5 mobil yang naik ke kabupaten baik Maybrat maupun Sorong Selatan, tapi saat mewabahnya virus Corona, akhirnya hampir tidak ada aktivitas sama sekali,”ungkapnya.

Menurut Nasir, dirinya bersama para supir lainnya hanya mengandalkan mobil jasa angkutan ini saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, mereka meminta adanya kebijakan penundaan pembayaran mobil di leasing hingga keadaan normal kembali dan para sopir kembali beraktivitas dan membayar angsuran seperti biasa. 

“Selama ini, kami juga tidak pernah menunggak, bahkan kalau jatuh tempo tanggal 10 kami sudah bayar sebelum tanggal tersebut. Selama belum ada wabah ini, dalam satu minggu kami bisa mendapatkan sekitar Rp 3 jutaan, tapi sekarang sangat susah. Bahkan kami pun tunggak uang kontrakan,”paparnya.

Dirinya berharap, agar pihak leasing memberikan kebijakan untuk meniadakan dendanya atau angsuran pokok bisa ditunda hingga keadaan normal kembali. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed