oleh

Bupati Belum Setujui Karantina Wilayah

AIMAS – Dengan berbagai pertimbangan terkait dampak penerapan Karantina Wilayah, Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru,SH.,M.Si akhirnya me­mutuskan untuk belum menerapkan Karantina Wilayah di Kabupaten Sorong. Hal tersebut diputuskan usai rapat koordinasi bersama dengan Tim Satgas Covid-19, Kapolres Sorong dan Dandim 1802 di Kediaman Bupati Sorong, Km 23 Kabupaten Sorong, Rabu (28/4). 

 Adapun dampak yang dipertimbangkan terjadi apabila Karantina Wilayah dila­kukan diantaranya,  mengganggu per­ekonomian masyarakat, tindakan kriminal yang semakin meningkat, seperti yang dipaparkan oleh Kapolres Sorong dan Dandim serta beberapa dampak lainnya yang kemungkinan dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sorong. 

Dikatakan oleh Bupati Johny Kamuru,  saat ini Kabupaten Sorong masih belum perlu melakukan Karantina ­Wilayah, mengingat Kota Sorong telah lebih dulu menerapkan hal tersebut, baik penerbangan maupun pelabuhan yang menurutnya sudah sangat bagus. Sehingga, saat ini Kabupaten Sorong hanya berfokus pada pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan rapid tes maupun isolasi terhadap seluruh ke­luarga ataupu orang-orang yang berkontak langsung dengan pasien yang terpapar Covid-19. 

“Saya rasa Kota Sorong sudah melakukan karantina wilayah dengan sangat bagus, ­sehingga kita fokus untuk memutus mata rantai itu dengan melakukan isolasi terhadap mereka yang sudah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19,” terangnya. 

Bupati juga mengaku tidak segan untuk menggunakan gedung-gedung di ling­kungan Pemerintahan Kabupaten Sorong, apabila dibutuhkan untuk mengisolasi cukup ­banyak orang yang terpapar Covid-19. Bupati menegaskan kepada Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong untuk memenuhi seluruh kebutuhan orang-orang yang diharuskan untuk diisolasi. 

“Orang-orang yang pernah kontak langsung dengan 10 orang yang positif ini, kalau perlu langsung ikut diisolasi saja, penuhi kebutuhan ­mereka, kalau perlu gunakan gedung-gedung yang ada untuk lebih mudah diawasi,” terangnya. 

Untuk mendukung pena­nganan Covid-19 di Kabupaten Sorong, Bupati Sorong juga telah menegaskan untuk merevisi kembali anggaran yang ada. Dimana, anggaran yang belum prioritas, baik fisik ­maupun perjalanan agar ­digeser kegunaannya untuk penanganan Covid-19. “Dinas Kesehatan dan Pendidikan misalnya, anggaran yang fisik dan belum perlu, digeser untuk penanga­nan virus ini.” Ungkapnya. 

Bupati Sorong juga menegaskan kepada Tim Satgas Covid-19, untuk sesegera mungkin mendatangkan alat swab sendiri untuk Kabupatn Sorong, sehingga penanganan terhadap orang-orang yang terpapar Covid-19 dapat lebih cepat dilakukan. 

Ketua DPRD Kabupaten Sorong, Habel Yadanfle,SH yang turut hadir dalam rapat tersebut, mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh Bupati Sorong sebagai ­kepala pemerintahan di Kabupaten Sorong dengan harapan Tim Satgas bersama dengan seluruh pihak dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan tes ter­hadap orang-orang yang ber­interaksi dengan pasien ­positif Covid-19. 

“Saya harap mereka yang sudah kontak dengan 10 orang ini, keluarga, tetangganya dapat ditangani juga,”ucapnya.

Selain itu, untuk membantu penanganan Covid-19, Ketua DPRD Kabupaten Sorong menyetujui pengurangan anggaran ke DPRD Kabupaten Sorong. “Tidak perlu digeser, anggaran ke DPRD dikurangi saja,” ujarnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed