oleh

Warga Tolak Pemakaman Jenazah PDP Covid-19

SORONG – Setelah terkatung-katung kurang lebih 14 jam lamanya akibat adanya penolakkan warga, jenazah PDP Covid-19 akhirnya dimakamkan di TPU Km 10 Masuk, Selasa (31/3) sekitar pukul 15.30 WIT. Jenazah PDP Covid-19 ini bisa dimakamkan setelah melalui proses koordinasi yang dipimpin Walikota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau,MM, dihadiri Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH, Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Budiman dan anggota DPRD Kota Sorong Syafruddin Sabonama, SH.

Dikonformasi Radar Sorong, anggota DPRD Kota Sorong Syafrudin Sabonama membenarkan pemakaman jenazan PDP Covid-19 di TPU Km 10 Masuk. Sebelumnya, pada Selasa (31/3) sekitar pukul 02.00 WIT, jenazah PDP Covid-19 akan dimakamkan di TPU Rufei, namun karena adanya penolakan warga setempat akhirnya dialihkan ke TPU Km 10 Masuk. Saat di TPU Km 10 Masuk pun jenazah PDP Covid-19 ini juga ditolak warga setempat. Selama dalam penolakan warga, jenazah hanya bisa disemayamkan di dalam mobil Jenazah.

Terkait proses pemakaman, Sabonama membenarkan jika proses pemakaman jenazah PDP Covid-19 itu tetap sesuai syariat Islam. Meski belum positif terjangkit virus corona, namun protap untuk PDP Covid harus dijalankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hanya saja khusus untuk korban Covid-19,  jenazah tidak dimandikan, melainkan ditayamumkan, kemudian proses pemakamannya pun dilakukan selayaknya untuk korban Covid-19. Jenazah PDP Covid-19 dipakaikan kain kafan, kemudian dibungkus lagi dengan plastik.

“Sampai akhirnya keluarga dari almarhumah pun putus asa dan mengatakan seandainya jenazah tidak diizinkan dimakamakan maka suaminya akan mengambil langkah yang ekstrem. Tapi sudah dilakukan koordinasi dengan masyarakat dan masyarakat pun bisa menerima itu, akhirnya dimakamkan,” jelas Syafruddin Sabonnama kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, kemarin.

Dikatakan, proses pemakaman jenazah PDP Covid ini berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIT. Pemakaman jenazah PDP Covid-19 sesuai dengan SOP. Syafrudin mengaku dirinya tidak mendekati proses pemakaman mengingat saat itu dirinya tidak dilengkapi APD. Selain itu, hanya tim medis dengan perlengkapan APD  serta almbulance yang langsung masuk ke arah kuburan. “Tidak ada keluarga yang ikut serta dalam pemakaman karena yang mengurus semua pemakaman adalah tim dari RSUD Sele be Solu,” terangnya.

Syafrudin meminta kepada dinas terkait diantaranya Dinas Kesehatan maupun Satgas Covid-19 untuk memastikan pemukiman yang ditinggali oleh PDP Covid-19 maupun pasian yang positif terjangkit virus corona, menjadi target utama pemerintah untuk memastikan tempat tersebut disterilkan melalui penyemprotan disinfektan, dan masyarakat harus dikontrol untuk tetap melakukan karantina mandiri. “Kami meminta agar pemerintah daerah libatkan TNI-Polri untuk memastikan mereka yang ada di wilayah tersebut bisa terdata dengan baik dan segala aktifitas mereka tercatat,” tandasnya. 

Meninggalnya PDP Covid-19 ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya telah meninggal satu pasien positive Covid-19 beberapa waktu lalu. Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku mengungkapkan, bahwa PDP yang meninggal pada Senin (30/3) malam sekitar pukul 21.00 WIT berjenis kelamin perempuan berusia 47 tahun. Dimana, sebelumnya PDP tersebut sudah di rawat di RSUD Sele Be Solu selama 5 hari. “Korban PDP Covid-19 ini kami belum mengambil samplenya, sehingga kami belum tahu apakah dia positif atau negative Covid-19,” kata Ruddy R. Laku saat konferensi pers, kemarin.

Dibeberkannya, PDP Covid-19 di Kota Sorong yang awalnya berjumlah 5 orang, saat ini tersisa dua orang  yang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan, satu orang meninggal dunia, dan yang telah selesai pengawasan dan dinyatakan negative dua orang. Sementara itu, total keseluruhan Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona di Kota Sorong yang sebelumnya 92 orang, kini tinggal 84 orang, setelah 8 ODP telah selesai pemantauan. Sementara itu, sampelnya juga masih belum berubah yakni 13 sampel yang telah dikirim ke Balitbangkes, dan sample yang masih dalam proses pemeriksaan laboratorium berjumlah 9. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed