oleh

Isu Corona, Warga Blokir Jalan Bandara

MANOKWARI-Warga melakukan aksi pemalangan di ruas jalan menuju Bandar  Udara Rendani Manokwari, Selasa (31/3). Kemarahan warga memuncak setelah mendapat kabar bahwa salah satu pesawat yang baru saja landing mengangkut 3 penumpang terindikasi sebagai orang dalam pengawasan (ODP) virus corona.

Warga mendesak agar 3 penumpang tersebut dikembalikan ke daerahnya dan tidak diturunkan di Manokwari karena kuatir akan menular. “Pokoknya kami tidak terima, 3 penumpang itu harus dikembalikan ke daerahnya. Kami tidak mau terinfeksi virus corona,” teriak salah seorang ibu rumah tangga yang ikut dalam aksi pemblokiran  jalan menuju Bandara Rendani.

Selain mendapat informasi dari orang dalam bandara, warga juga curiga dengan keberadaan mobil ambulance  yang masuk ke areal bandara sambil membunyikan serine panjang. Selain itu, sopir dan petugas di mobil ambulance menggunakan pakaian APD (alat pelindung diri) berwarna putih.

Sebelum 3 penumpang yang diduga terinfeksi virus corona diangkut dengan mobil ambulance, warga melakukan aksi pemblokiran jalan. Pemalangan  jalan dilakukan 5 lapis mulai dari Hotel Rama sekitar 2 Km dari bandara, kemudian di pertigaan Toko Beringin, dua dekat jembatan dan di pintu darurat masuk-keluar area bandara. 

Kapolres Manokwari AKBP Dedy Foury Millewa,SH,S.IK,M.IK dan Dandim 1801/Manokwari Kolonel Inf Juniras Lumban Toruan yang baru saja mengikuti aksi penyemprotan disinfektan, langsung bergegas ke bandara untuk bernegosiasi dengan massa yang melakukan aksi pemalangan jalan, namun belum mampu meluluhkan hati warga yang tetap memblokir jalan menggunakan kayu, batu maupun molen pengaduk semen.

Dansat Brimob Polda Papua Barat Kombes Pol Semmy Roni Thaba bersama anak buahnya juga tiba di lokasi. Dia langsung meminta warga untuk membuka palang jalan. “Siapa yang tanggung jawab di sini, jalan ini harus dibuka. Kalian jangan percaya dengan isu-isu yang berkembang,” ujar Dansat Brimob.

Namun ucapan dan permintaan Dansat agar palang dibuka, ditentang warga. Salah seorang ibu rumah tangga dengan lantang menemui Dansat Brimob dan mengatakan dirinya dengar dari orang dalam bandara bahwa ada 3 penumpang pesawat yang terinfeksi virus corona. 

“Saya melihat langsung ada 3 orang pasien yang diturunkan dari pesawat  ke bawah. Saya juga melihat ada mobil ambulance mendekat pesawat. Mobil ambulance itu mau apa, ya mau angkut 3 penumpang itu,” kata warga di hadapan Dansat Brimob.

Dansat Brimob balik bertanya apakah masyarakat dapat memastikan 3 penumpang itu sudah positif terinfeksi virus corona atau belum?. Dia meminta kepada warga kalau ada sesuatu dapat dikomunikasikan bukan dengan memblokir jalan, fasilitas umum.

Di kantor Unit Pelaksana Bandar Udara sedang dilakukan pertemuan dihadiri Kapolres, Dandim dan pihak Bandara. Sementara warga masih terus melakukan aksi pemblokiran jalan di beberapa titik. Sekitar pukul 14.00 WIT, pertemuan di kantor UPBU Rendani berakhir. Kapolres menjelaskan, ketiga penumpang yang jadi sasaran warga, akan dikembalikan ke daerah asal.  Setelah mendapat penjelasan bahwa 3 penumpang akan dikembalikan ke daerah asalnya, warga akhirnya bersedia membuka blokade jalan

Kejadian ini menjadi pengalaman bagi pihak Bandara Rendani bahwa sesuai Instruksi Gubernur Papua, setiap penumpang pesawat yang turun wajib menunjukkan KTP Papua Barat. “Bila tidak punya KTP Papua Barat dapat dikembalikan ke daerah asalnya,” tuturnya.

Kapolres menilai, ada kepanikan masyarakat setelah melihat mobil ambulance masuk ke bandara dengan bunyi sirene kencang dan sopirnya mengenakan pakaian APD (alat pelindung diri). Mobil ambulance masuk ke bandara menurut Kapolres sebagai langkah antisipasi. “Itu yang membuat masyarakat panik,” tuturnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap mengatakan, 3 penumpang pesawat  merupakan penduduk Papua Barat yang ikut kegiatan ijtima di Gowa, Sulsel. Dari hasil pemeriksaan KKP, salah satu dari mereka mengalami peningkatan suhu tubuh.

Selanjutnya, petugas KKP berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Manokwari yang melaporkan bahwa dari 3 penumpang  dari Gowa, salah satunya alami gangguan kesehatan. Dari sini, Gugus Tugas Covid-19 Manokwari mengerahkan mobil ambulance ke bandara.  “Tapi mungkin yang bawa ambulance terlalu berlebihan, laju kencang, bunyikan sirene dan sopirnya pakai baju APD sehingga membuat panik warga. Sebenarnya penggunaan APD itu sudah ada protapnya,” kata Tiniap. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed