oleh

Isolasi Daerah, Bupati Jamin Kebutuhan Masyarakat

JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya siap  menjamin kebutuhan masyarakatnya, menyusul dilakukannya  isolasi daerah dengan  membatasi  keluar dan masuknya warga dari dan ke  daerah tersebut, serta mengawasi setiap barang yang masuk dan keluar Lanny Jaya. Hal tersebut tertuang dalam imbauan yang dikeluarkan Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom,SE,M.Si yang mulai diberlakukan sejak Selasa (31/3) ini. Imbaun tersebut dikeluarkan untuk memotong rantai penyebaran virus  corona di Kabupaten Lanny Jaya.

Untuk  jalur transportasi, kendaraan roda dua dan empat juga ditutup untuk angkutan manusia, hanya kendaraan roda empat pengangkut barang dan logistik, kendaraan pengangkut barang proyek, kendaraan logistik pengangkut barang sembako oleh Dinas Koperasi dengan batasan dua orang yaitu sopir dan seorang helper yang diijinkan masuk.

Bagi yang tidak mengindahkan imbauan ini, akan dikenakan sanksi atau denda sebesar Rp 10 juta. Penertiban dan penegakan hukum sesuai peraturan perundang-Undangan yang berlaku oleh aparat keamanan. ”Kita juga meminta seluruh masyarakat Kabupaten Lanny Jaya selama masa penutupan ini untuk tetap di dalam rumah, beraktivitas pada kebun sendiri atau usaha-usaha pribadi tanpa melibatkan banyak orang, hindari kerumunan banyak orang,” kata Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom,SE,MSi, Senin (30/3).

Bupati meminta kepada masyarakat Lanny Jaya rajin mencuci tangan dan menghindari salaman, berpelukan dan menghindari kebiasaan merokok serta minum segelas bersama. Selama masa  isolasi, Pemda Lanny Jaya melalui Dinas Koperasi dalam bulan ini akan membagikan logistik bagi tiap keluarga berupa beras 30 Kg, minyak goreng 5 liter, gula pasir 4 Kg, susu 4 kaleng, kopi 4 bungkus, teh 2 karton, ikan kemasan 6 kaleng, pasta gigi 2 buah, sikat gigi 8 buah. ”Dari program padat karya triwulan IV tahun 2019 agar dijadikan modal untuk berkebun dan membuka kebun baru sejak bulan ini sampai bulan Desember 2020,” ungkapnya.

Menurutya, kebiasaan masyarakat yang selalu bersama sangat rentan penularan virus corona. Karena itu, masyarakat lebih baik tinggal di kampung masing-masing dan harus tinggal di kampung hingga Desember 2020. ”Meski di kampung saya rasa kebutuhan masyarakat terjamin karena program padat karya sudah buka kebun dan sudah produksi besar-besaran sehingga diisolasi berapa bulan kedepan saya kira sangat mampu,” jelasnya.

Sebagai Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua, Befa menyatakan sangat berbahaya bila virus corona masuk ke Pegunungan Tengah, sehingga rakyat perlu diberikan pemahaman. ”Memang bagusnya itu palang pintu dan ini masyarakat harus paham, jangan barang kena baru nanti kaget. Yang paling penting masyarakat terjamin dulu karena kemanusiaan paling utama,” tandasnya. 

Ditambahkannya, jika Lanny Jaya tertutup maka dapat dipastikan kebutuhan pangan sangat aman karena adanya perkebunan yang luas, sehingga masyarakat tanpa bantuan pemerintahpun dapat hidup. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed