oleh

Hindari DBD, Dinkes Kaimana Lakukan Fogging

KAIMANA – Untuk menekan dan menghindari penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), di Kabupaten Kaimana. Maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaimana, rutin melakukan Fogging terhadap daerah atau wilayah yang terindikasi terpapar kasus DBD. Sebelum melakukan fogging, dinkes juga terlebih dahulu telah melakukan proses pembagian Abate kepada masyarakat. Abate dan fogging dilakukan, karena berdasarkan data Dinkes Kaimana, pada minggu awal bulan Februari 2020 tercatat sudah ada lima kasus DBD. 

Awal mula temuan kasus DBD di Kabupaten Kaimana tahun 2020, pada Kampung Coa. Dan saat ini kasus DBD di Kaimana, sudah merata di beberapa wilayah mulai dari Andaair, Bumsur, Krooy dan Kampung Trikora. 

“Kami melakukan fogging untuk pencegahan. Karena awal minggu ada kasus, dan untuk minggu keduanya ada peningkatan kasus lagi sebanyak 10 kasus. Dan kami fokus fogging, pada daerah temuan kasus DBD baru,” Jelas Kepala Seksi P2PM Dinkes Kaimana Heny Monim, Amk kepada awak media di Ruang Kerjanya, Senin (17/2). 

Dikatakan Heny, kasus DBD di Kaimana merupakan DBD impor atau proses penyebarannya, masuk melalui orang yang pulang bepergian dari daerah lain. Dan daerah tujuan tersebut, sudah terkontaminasi DBD. Selain itu menurut Heny, jika dibandingkan dengan kabupaten Fak – fak, Kabupaten Kaimana jauh lebih baik penyebaran DBD nya. 

“Jadi DBD di Kaimana ini impor, artinya pada musim liburan kita bepergian kemana – mana. Dan dari daerah tujuan, karena DBD nya tinggi maka tidak menutup kemungkinan kita tertular. DBD di Kaimana, kita bisa redam namun di Fak – fak tahun lalu berdasarkan adat ada korban meninggal. Dan kita selalu berupaya, agar tidak ada korban di Kaimana,” jelasnya. 

Dalam keterangannya juga Heny menghimbau kepada masyarakat, agar memperbiasakan hidup sehat. Dan menjaga lingkungan sekitar, karena menurutnya musim penghujan yang sebentar lagi akan tiba dikhawatirkan penyebaran DBD akan semakin cepat. Jika saja lingkungan sekitar tidak tertata dengan baik alias kotor. 

Selain itu Heny juga menghimbau bagi masyarakat, jika ada anggota keluarga  mengalami panas yang mengarah kepada demam. Agar kiranya bisa menghubungi dokter, untuk bisa dipastikan sakitnya. 

“Kita harus jaga lingkungan, dan DBD biasanya muncul karena musim hujan. Kita harus antisipasi ini, karena musim hujan sebentar lagi.  Ketika ada anak atau keluarga yang panas, segera ke Rumah sakit. Agar bisa dipastikan apakah malaria atau demam berdarah,” Ujarnya. 

Diakhir keterangannya juga Heny berpesan, agar masyarakat melakukan 3M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur barang bekas yang bisa menampung air. Karena genangan air, tempat dijadikan bertelurnya nyamuk. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed