oleh

Fokus Urus Korban, Senjata Urusan Nanti

JAYAPURA-Sebanyak delapan jenazah korban jatuhnya Helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala Distrik Oksop Kabupaten Pegunungan Bintang, diterbangkan ke daerah asalnya di Semarang dan Surabaya dari Base Ops Bandara Udara Militer (Lanud) Silas Papare Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pelepasan jenazah dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Ganip Warsito, didampingi Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI. Herman Asaribab dan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Watepauw, Senin (17/1).

Jenazah yang dilepas yakni (Alm) Kapten Bambang Saputra, (Alm) Lettu Ahwar Affandy, (Alm) Pratu Asharusl Mashudi, (Alm) Serka Suriatna Wijaya Kusuma, (Alm) Praka Dwi Purnomo diberangkatkan ke Semarang, sedangkan (Alm) Sertu Dita Ilham diterbangkan ke Surabaya menggunakan pesawat Hercules C130 milik TNI-AD.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI. Ganip Warsito kepada wartawan usai pelepasan jenazah mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang, jajaran Polda Papua, Lanud Silas Papare dan juga tim DVI Polda Papua, serta seluruh stakeholder yang terlibat dari proses evakuasi hingga pengiriman jenazah.

Dikatakan, proses pengiriman jenazah dihari kedua, Selasa 18 Februari 2020 akan dilepas langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Seluruh prajurit yang gugur dinaikkan pangkatnya satu tingkat “Semoga besok (Hari ini,red) berjalan dengan baik dan jenazah tiba dengan  selamat hingga tempat tujuan. Panglima TNI turut berbelasungkawa atas meninggalnya ke 12 prajurit yang gugur dalam tugas di pedalaman Papua,” ujarnya.

Terkait senjata api (senpi) milik para korban jatuhnya Helikopter MI-17 yang hingga kini belum ditemukan, diduga berada di tangan masyarakat yang pertama kali menemukan titik jatuhnya helikopter saat berburu. Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus untuk mengirim jenazah ke keluarga mereka masing-masing diantaranya Semarang, Surabaya, Sorong, Kendari, Ambon, Kupang. “Masalah senjata urusan nanti, saat ini kami masih mengurus jenazah korban ke kampung halamannya,” kata Ganip Warsito kepada wartawan di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani.

Dikatakan, pihaknya yakin dan percaya bahwa Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih dapat membantu untuk menemukan senpi yang hilang di sekitar lokasi jatuhnya Helikopter MI-17. “Apabila tidak ditemukan, saya kuatir akan disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin berbuat kejahatan,” ucapnya..

Kapoda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya sudah menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mengembalikan barang-barang (senpi) milik para korban. “Kami juga meminta para tokoh-tokoh agama, adat, dan pemuda,  untuk membantu kami menemukan semua barang (senpi) milik dari anggota TNI yang gugur,” katanya.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Herman Asaribab mengatakan, tim evakuasi tidak menemukankan senpi milik korban di lokasi jatuhnya helikopter.  “Senjatanya sudah tidak ada. Informasinya diamankan masyarakat yang berburu. Kami ada pendekatan kepada masyarakat untuk kembalikan, pendekatan secara kekeluargaan,” kata Asaribab. Asaribab menjelaskan ada 11 senjata api di antaranya tujuh pucuk senjata api laras panjang SS1, tiga pistol, dan 1 pelontar granat alias GLM yang sedang dicari. 

Hari ini, Selasa (18/2), jenazah (Alm) Serda Ikrar Setya Nainggolan yang gugur akibat kecelakaan Helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala Distrik Oksop Kabupaten Pegunungan Bintang, direncanakan tiba di Bandara Domine Edward Osok Kota Sorong pukul 11. 00 WIT dari Lanud Silas Papare, Sentani. Almarhum Serda Ikrar Setya Nainggolan merupakan salah satu korban dari jatuhnya Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI-AD yang mengangkut 12 prajurit TNI pada tanggal 28 Juni 2019 lalu.

Perwakilan Batalyon Yonif 725/Woroagi Leda Inf Marlani menjelaskan, TNI-AD berserta keluarga (Alm) Serda Ikrar, telah mempersiapkan tempat pemakaman yang direncanakan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Sorong. “Di rencanakan pemakamannnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Sorong, dilaksanakan upacara kemiliteran,” jelasnya kepada wartawan, Senin (17/2). “Besok (Hari ini,red) tibanya sekitar pukul 11.00 WIT, namun kami juga masih menunggu konfirmasi dari pihak di Jayapura,” sambungnya.

Sementara itu, Ibunda (Alm) Serda Ikrar Setya Nainggolan, Sulistiawati mengatakan sebagai seorang ibu tentu hatinya begitu hancur mendengar kabar kematian putra bungsunya tersebut. Sulistiawati mengatakan dirinya selalu berharap ketika usai bertugas, putra bungsunya tersebut pulang ke pelukannya dalam keadaan selamat. “Tapi kenyataannya gugur, saya tidak sanggup bicara apapun lagi,” kata Sulistiawati yang tak kuasa menahan tangis kesedihannya.

Sulistiawati mengaku dirinya belum sempat bertemu dengan putranya tersebut sebab ketika almarhum Ikrar pulang ke Kota Sorong, dirinya tengah berada di Sorong Selatan untuk pernikahan saudara almarhum. Namun sebelum pergi, ia sudah menyiapkan apapun yang diminta oleh putranya tersebut. “Almarhum minta saya masakan ikan puri yang pedis untuk bekalnya dan itu sudah saya siapkan, dan saya tinggalkan. Kemudian almarhum dilayani oleh saudara saya karena saya sudah pergi, almarhum hanya mengatakan mama baik-baik yah, tapi saya sama sekali tidak memiliki firasat apapun,” tuturnya

Hingga keberangkatan putranya sambung Sulis, dirinya tidak lagi bertemu dengan anaknya tersebut, hanya berkomunikasi melalui telephone. “Besok, saya temukan anak saya dalam keadaan yang berbeda,” ungkapnya sambil menahan tangis. Dalam kesehariannya tambah Sulis, Almarhum anak yang baik, terlebih lagi dia agak manja karena Almarhum merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. “Namanya anak bungsu yang sedikit manja, tapi itu biasa,” ucapnya. Ikrar Setya Nainggolan bergabung di TNI-AD Tahap II Kecabangan Infanteri tahun 2015. (al/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed