oleh

Biadab!, 6 Tahun Gauli Anak

KAIMANA-Biadab, mungkin kata ini pantas disematkan pada kelakuan seorang bapak berinisial Y (52). Bagaimana tidak, ia tega menggauli anak kandungnya sendiri kurang lebih 6 tahun lamanya, sejak tahun 2014 dan baru ketahuan dan dilaporkan awal Februari ini.

Tak tanggung-tanggung, si-ayah bejat ini melampiaskan nafsunya kepada korban yang masih darah dagingnya di beberapa tempat, mulai dari kebun, rumah pelaku dan rumah keluarga pelaku. Korban yang awal kejadian tergolong masih dibawah umur, terpaksa menuruti kemauan pelaku karena diancam akan dikeluarkan dari daftar keluarga. Korban bahkan diancam akan kena kutukan jika tidak memenuhi keinginan sang ayah. 

“Kejadian sejak tahun 2014, namun baru secara resmi dilaporkan ke kami tanggal 10 Februari 2020 ini. Ini masuk kategori persetubuhan dibawah umur, karena awal kejadian korban masih berusia 13 tahun. Pelaku sudah kita amankan di ruang tahanan kami,” jelas Kapolres Kaimana melalui Kapolsek Kaimana AKP. Munawar yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Kaimana Aiptu. Ambo Asse kepada Radar Sorong di ruang kerjanya, Senin (17/2). 

Munawar membeberkan, selama 6 tahun, pelaku memperlakukan korban sebagai budak seksnya. Pasalnya, pelaku tega menyetubuhi korban di setiap kesempatan, walaupun itu di kebun. Digauli bertahun-tahun, korban sebut saja Bunga, tak sampai hamil. Menurut pengakuan pelaku lanjut Kapolsek Kaimana, setiap melakukan aksinya, ia membuang maninya diluar ‘maaf’ kemaluan korban.

 “Menurut pengakuan pelaku, sudah lima tempat yang ia gunakan untuk bersetubuh dengan korban. Awalnya di rumah, kejadian keduanya di kebun. Ketiga kalinya di salah satu rumah di kawasan Bumsur, dan dirumah ini pelaku menyetubuhi korban 3 kali berturut-turut. Untuk kejadian ke empat dan kelimanya, di rumah mereka,” terangnya. 

Saat kejadian yang kelima kali, korban tidak mau lagi menuruti kemauan pelaku. Korban memilih melawan, selanjutnya korban melaporkan kejadian ini ke pamannya. Ditemani sang paman, akhirnya korban melapor ke Polsek Kaimana.  “Untuk kejadian yang kelima kalinya, pelaku tidak sempat setubuhi korban karena korban melawan dan melapor kepada pamannya,” ucapnya.

Berdasarkan laporan korban, aparat Polsek Kaimana akhirnya meringkus pelaku. Atas perbuatannya, pelaku terancam pidana 20 tahun penjara. Pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 dan 3 jo pasal 76 d Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor23 Tahun 2020 tentang perlindungan anak, jo pasal 287 ayat 1 KUHP.  “Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun,” imbuh Kapolsek Kaimana. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed