oleh

Bandara DEO Belum Memenuhi Syarat Embarkasi

-Metro-190 views

SORONG-Bandara Domine Edward Osok (DEO) Kota Sorong dinilai belum memungkinkan untuk Embarkasi para jamaah haji. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H Nizar Ali, MA usai melaksanakan peresmian Asrama Haji Transit Kota Sorong.

 Emberkasi adalah tempat berupa bandara atau pelabuhan yang telah ditunjuk oleh Kementerian Agama RI untuk tempat pemberangkatan jamaah Haji. Dan untuk wilayah timur, embarkasi hanya ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. “Kalau dari sisi persyaratan Bandara DEO Kota Sorong belum memungkinkan, karena kalau ingin menjadi emberkasi penuh ada persyaratan yang harus dimiliki wilayah tersebut, pertama harus memiliki minimal 11 kloter,” jelas Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI kepada wartawan, Senin (17/2).

  Kedua, sambung Prof Nizar bahwa Bandara harus dipetakkan menjadi Bandara Internasional, kemudian ketiga, landasan pacu Bandara harus 3000 meter. Dan, tambah Prof Nizar ada asrama Haji yang dapat menampung 3 kali lipat penerbangan dalam 1 hari dan masih banyak persyaratan lainnya.

 “Dan wilayah Sorong ini kan masih memiliki 2 kloter walaupun digabung dengan Maluku tetap belum bisa. Yang memungkinkan adalah Asrama Haji Antara dan sebenarnya prinsipnya sama karena seluruh proses checking itu dilakukan di Asrama Haji Antara. Tapi kalau emberkasi berkaitan dengan bandaranya,”jelasnya.

 Diwaktu bersamaan, Prof. Nizar pun mengatakan jumlah kuota haji di Indonesia belum mengalami peningkatan dan masih dengan jumlah yang sama yakni 221 ribu pada tahun 2019 lalu.  Jumlah 221 ribu itu terbagi atas 204 ribu untuk calon jamaah haji regular dan 17 ribu untuk calon jamaah haji khusus. Tahun  2019 lalu, Raja Salman memberikan penambahan 10 ribu calon jamaah haji untuk Indonesia.

  “Namun tahun 2020 ini kita upayakan dan kami baru meminta kepada Pemerintah Arab Saudi tambahan tersebut bisa dijadikan kuota tetap namun yang yang disetujui baru kuota dasar yakni 221 ribu dan 10 ribunya masih menunggu jawaban dari Pemerintah Arab Saudi,”pungkasnya.(juh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed