oleh

JSIT Gelar Perkemahan Selama 3 Hari

-Metro-238 views

AIMAS – Sebanyak 400 peserta dari 7 wilayah di Papua dan Papua Barat yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) mengikuti perkemahan yang diadakan oleh Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) selama 3 hari, Kamis-Sabtu (6-8/2) di Halaman Sepak Bola Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong. 

Ketua JSIT Papua Barat, Daeng Risabang,M.Pd menyampaikan, perkemahan yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin 4 tahunan yang menjadi agenda Sako SIT. Menurutnya sama dengan perkemahan pada umumnya. Namun, perkemahan kali ini ada beberapa kegiatan yang berbeda, mulai dari nuansa islaminya serta kegiatan edutrip lainnya.

“Agenda yang menarik, edutrip mengunjungi kapal angkatan laut, ke kodim untuk belajar alat persenjataan, hutan lindung untuk belajar lingkungan dan taman burung untuk belajar satwa,” jelasnya kepada Radar Sorong.

Peserta yang turut serta berasal dari tingkatan SD dan SMP dari 7 Kabupaten/Kota di Papua dan Papua Barat yakni, Jayapura, Sorong Selatan, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Manokwari, Fak-Fak dan Timika. “Harusnya dari Maluku dan Maluku Utara juga turut serta, namun karena kendala transportasi, jadi tidak bisa,” ucapnya.

Diharapkan melalui kegiatan perkemahan tersebut, para peserta dapat saling mengenal dan membuat jaringan sebanyak-banyaknya, termasuk bagi pembina untuk mampu meningkatkan kemampuan melalui pelatihan yang ada. “Dari kegiatan ini ditunjukkan bagaimana pembinaan yang dilakukan sehari-hari, semester, hingga 3 tahun sebelum pelaksanaan,” jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru,S.H.,M.Si melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Suroso,S.IP.,M.A menyampaikan, perkemahan tersebut merupakan ajang untuk menjali silaturahmi, tidak hanya anggota tetapi juga pembina pramuka. Selain itu, perkemahan dilakukan untuk membentuk dan membina generasi muda untuk dapat memiliki jiwa kepemimpinan, keterampilan dan patriotisme. “Perkemahan yang dilaksanakan ini mempererat ukhuwah antar peserta,”terangnya. 

Ia juga berpesan agar, pelaksanaan perkemahan tidak lupa mengamalkan Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka yang merupakan kode etik, semangat dan pesan moral serta spiritual. Karena dengan demikian, akan terlahir generasi muda yang handal dan intelektual. “Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu pendidikan non formal yang dapat menjadi wadah pengembangan potensi diri, akhlak, pengendalian diri dan kecakapan hidup,” katanya. (nam) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed