oleh

Illegal Logging di Salawati Barat Terungkap

WAISAI-Tim Operasi Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Wilayah Maluku Papua, berhasil mengungkap praktek ilegal logging di Distrik Salawati Barat Kabupaten Raja Ampat. Dalam pengungkapan kasus ilegal logging pada Senin (3/2) lalu di Perairan Kalwal Distrik Salawati Barat Kabupaten Raja Ampat, tim Gakkum LHK Maluku-Papua menyita barang bukti 100 meter kubik kayu jenis merbau (Instia bijuga) berbagai ukuran, serta menahan dua pelaku ilegal logging berinisial HN dan N. Petuga juga mengamankan satu unit kapal KM Sumber Harapan III, tiga chain saw dan sepeda modifikasi yang digunakan sebagai alat dorong kayu.

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Maluku Papua, Leonardo Gultom dalam siaran persnya, Kamis (6/2) mengatakan, Penyidik Balai Gakkum LHK Wilayah Maluku Papua masih mendalami dan menuntaskan penyidikan kasus itu untuk mencari pihak lain yang terlibat. Gultom mengatakan, petugas Gakkum LHK memindahkan barang bukti kayu olahan berbagai ukuran itu ke Pelabuhan Klalin untuk selanjutnya dihitung, serta dipindahkan ke gudang. 

Penyidik PNS Balai Gakkum Maluku Papua akan menjerat HN dan S dengan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Jo. Pasal 12 Huruf e Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 8 tahun dan paling lama 15 tahun, denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. “Kami akan terus memantau kegiatan pembalakan liar di wilayah Papua Barat pada umumnya dengan upaya pengawasan serta pencegahan dini dari semua pihak,” tegas Leonardo Gultom. 

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sustyo Iryono menyatakan pentingnya hasil operasi ini untuk menyelamatkan sumber daya alam dan ekosistem, “Operasi ini akan terus dilakukan untuk melindungi masyarakat, ekosistem dan menyelamatkan negara dari kerugian,” katanya. Pengungkapan kasus ilegal logging ini berawal dari informasi masyarakat. Balai Gakkum Maluku Papua mendapat informasi awal 3 Februari 2020, kemudian Tim Operasi Balai Gakkum Maluku Papua menindaklanjuti dengan penangkapan dan penyitaan.

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah 1 Balai Gakkum Wilayah Maluku Papua Adrianus Mosa yang dikonfirmasi Radar Sorong semalam mengatakan, pihaknya masih memperdalam penyelidikan dugaan kasus ilegal logging ini. Pelalu HN merupakan orang yang mengelola hutan, sedangkan S sebagai nahkoda  KM Sumber Harapan III.

Ditanya sejak kapan HN beraktivitas mengelola hutan di Kampung Kalwal Distrik Salawati Barat, Mosa mengatakan penyidik akan melalukan pendalaman. ‘’Kami masih lakukan proses pemeriksaan. Untuk lebih jelasnya nanti akan disampaikan besok (Jumat),” ujar Mosa via telepon selulernya. (hjw/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed