oleh

Ribuan Warga Hadiri Ibadah HUT PI ke-165

-Manokwari-265 views

MANOKWARI-Pulau Mansinam yang ditempuh hanya 5-10 menit menggunakan perahu motor tempel dari pantai Kwawi, Manokwari kembali menyedot perhatian. Ribuan warga  yang datang dari berbagai kabupaten/kota se-Tanah Papua, Kamis (5/2/2020) memadati pulau bersejarah ini. Mereka menghadiri ibadah syukur peringatan HUT Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua ke-165, 5 Februari 2020.

Pantauan Radar Sorong, warga mulai memadati pelabuhan Pelni Manokwari sejak pagi pukul 07.00 WIT. Panitia menyediakan beberapa kapal penyeberangan ke Mansinam secara gratis, seperti KM Napan Wainami, KM Margareth, kapal cepat Express Bahari, KM Kasuari, kapal LCT (Landing Craft Tank).

Warga juga menggunakan perahu motor tempel dari beberapa titik, seperti dari pantai Kwawi, Sanggeng, Wirsi, Sowi. Ongkos penyeberangan termurah dari pantai Kwawi Rp 10.000 per orang hanya dengan waktu tempuh 5-10 menit.

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan bersama Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt Hendrikus Mofu, STH dan Sekda Papua Barat Drs Nathaniel Mandacan menyeberangan ke Mansinam menggunakan perahu motor tempel. Sedangkan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) naik dari dermaga Fasharkan TNI-AL Manokwari.

Ibadah syukur dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat. Hadir di antaranya, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Tornagogo Sihombing, Wakil Gubernur Mohamad Lakotani, pimpinan DPR PB, pimpinan MRP PB. Pejabat dari pusat yang hadiri Dirjen Bimas Kristen Kemendagri, Thomas Pentury, Staf Ahli Presiden, Billy Mambrasar, pejabat Bappenas, Felix Wanggai, para bupati/walikota serta tamu undangan lainnya.

Peringatan HUT PI ditandai pula dengan proses  penyambutan Gubernur Papua Barat, ketua BP AM Sinode GKI di pantai Mansinam, penyalaan obor, ucapan selama datang oleh Bupati Manokwari diwakili Sekda Drs Aljabar Makatita. Dilanjutkan pelayanan ibadah.

Gubernur Papua Barat mengatakan, peringatan HUT PI ke-165 5 Ferbruari sebagai salah satu momen penting untuk menenujukkan toleransi umat beragama di Papua Barat. Dia membanggakan Papua Barat yang menduduki peringkat pertama sebagai provinsi dengan indeks toleransi paling tinggi di Indonesia 82,1 persen, kemudian diikuti NTT, Bali, Sulawesi Utara.

“Kita punya tanggung jawab bersama untuk menciptakan ketertiban, kedamaian, kebersamaan, persatuan dan kesatuan sehingga kita semua bisa rukun, damai. Kita sudah buktikan Papua Barat paling toleransi. Indonesia belajar dari Provinsi Papua Barat  untuk kerukunan dan tolerasi antar  umat beragama,” kata Gubernur.

Gubernur mengatakan, sebelum Injil masuk yang dibawa 2 misionaris dari Eropa, Otto dan Geisler, masyarakat Papua hidup dalam gelepan dan penyembahan berhala. “Pelayanan gereja-gereja tentang Injil  Kristus di Tanah Papua telah berlangsung dari masa kegelapan hingga menerima terang Injil. Sehingga, kini kita telah hidup dan bersyukur,’’ ujar Gubernur.

Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Thomas Pentury  mewakil Menteri Agama  mengaku masuk Injil di Tanah Papua 165 tahun lalu telah membawa perubahan besar bagi keimanan.

Lanjutnya, gereja hidup ketika melaksanakan tugas panggilan sebagai pemberi Injil. “Bila gereja tidak melaksanakan pekabaran Injil, maka  gereja itu tidak hidup, tetapi hanya sebagai komunitasi institusional yang tidak berdasarkan Injil,’’ ujar Thomas Pentury.

Ketua BP Am Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Hendrikus Mofu, STh mengatakan, pada setiap peringatan HUT Pekabaran Injil nama Otto dan Geisler selalu disebut-sebut. Namun tak hanya disebut tetapi dapat memotivasi supaya hidup dalam ketaatan pada Injil.

Dia mengatakan, peristiwa masuknya Injil di Tanah 5 Februari 1855 atau 165 tahun lalu, menurut Pdt H. Mofu sebagai peristiwa kemustahilan dan membuka tabir kegelapan.

Usia 165 tahun, menurut  Pdt M Mofu, waktu yang tidak sedikit. Ini menjadi intropeksi bagi umat Kristen, apakah sudah bersikap perlawan terhadap kuasa kegelapan di tanah Papua. “Kalau dulu orang tua kita menerima Injil dengan hati  yang keras, apakah hati ini hati kita sesuai dengan kuasa Injil atau tidak,’’ ujarnya.

Rangkaian peringatan HUT PI ke-165 ditandai pula dengan penandantangan kerjasama dengan organisasi keagamaan Kristen di Kalimanatan dan Batak. Rangkaian ibadah syukur berakhir sekitar pukul 15.00 WIT.

Ketua Panitia HUT PI ke-165 Drs Nataniel Mandacan, MSi melaporkan, sekitar 10.000-14.000 warga  yang menghadiri ibadah syukur di Pulau Mansinam. Untuk sukseskan kegiatan ini panitia mengalokasikan anggaran Rp 18 miliar, telah terpakai Rp 12 miliar, tersisa Rp 6 miliar. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya lomba, karnaval dan lainnya.(lm

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed