oleh

Tiga Distrik Berpotensi Likuefaksi

-Metro-104 views

SORONG – Sebanyak tiga distrik di Kota Sorong termasuk sebagai distrik dengan potensi bencana likuefaksi atau pergerakan tanah. Tiga distrik tersebut adalah Distrik Maladumes, Distrik Sorong Timur dan Distrik Sorong Utara. Ketiga distrik ini merupakan daerah perbukitan yang diantisipasi terjadi pergerakan tanah.

Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone, ST, MM yang ditemui Radar Sorong di ruang kerjanya mengatakan bahwa likuefaksi tidak sama dengan gempa bumi biasa, bahkan risikonya jauh lebih berbahaya. Dirinya menjelaskan, penyebab terjadinya likuifaksi tidak selalu karena gempa bumi tetapi juga bisa dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi. Selain disebabkan oleh gempa bumi dan curah hujan yang tinggi, juga bisa disebabkan dari kondisi tanah yang labil, seperti rawa.

Namun pada umunya di beberapa daerah yang sudah sering terjadi, likuefaksi dipicu oleh terjadinya gempa bumi. “Kasus yang sering terjadi biasanya ketika datang gempa, maka likuefaksi atau pergeseran tanah pun terjadi,” ungkap Herlin kepada Radar Sorong, Jumat (30/1).

Ciri yang bisa membedakan antara likuefaksi dengan gempa bumi biasa dapat diliat dari tingkat keparahan rusaknya bangunan setelah terjadi guncangan. Pada umumnya jika terjadi gempa bumi biasa, bangunan yang kualitas konstruksinya bagus kemungkinan hanya akan mengalami keretakan dinding atau lantai karena gempa bumi hanyalah guncangan.

Sedangkan ketika yang terjadi adalah likuefaksi, maka seluruh bangunan dipastikan akan hancur atau rusak total. Karena likuefaksi adalah pergeseran tanah. “Jadi kalau tanah bergerak atau bergeser sedikit saja, maka rumah akan hancur dari pondasinya. Oleh karena itu, dipastikan rumah akan hancur habis,” tandasnya.  (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed