oleh

Mansinam Bersiap Menyambut Puluhan Ribu Wisatawan Rohani

Momentum HUT Pekabaran Injil (PI) di  Tanah Papua kembali diperingati, 5 Februari. Pihak GKI (Gereja Kristen Injili) bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari dan masyarakat telah melakukan persiapan menyambut peringatan hari bersejarah bagi peradaban Papua.

Laode Mursidin, Manokwari

TAMU wisata rohani yang akan memadati Pulau Mansinam untuk menghadiri Ibadah Syukur HUT PI ke-165 diprediksi mencapai 10.000 orang. Panitia HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-165 yang diketuai Sekda Provinsi Papua Barat Drs Nathaniel Mandacan,MSi, telah menyiapkan alat transportasi untuk penyeberangan dari daratan Manokwari ke Mansinam.

Menyeberang ke Mansinam butuh waktu 5-10 menit dari Pantai Kwawi menggunakan perahu motor tempel longboat. Pada hari biasa, ongkos menyeberang Rp 10.000 per orang.  Menyeberang dengan kapal bisa lebih lama. Terdapat dua dermaga di Mansinam yang dapat disandari kapal perintis.

Bagi wisatawan rohani yang ingin menghadiri ibadah syukur HUT PI tak perlu pusing. Panitia menyediakan kapal perintis dan kapal lainnya. “Kalau mau menumpang kapal yang disediakan panitia, bisa langsung datang pagi-pagi di pelabuhan Pelni. Kita sediakan kapal yang akan membantu penyeberangan ke Mansinam,” kata Nathaniel Mandacan.

HUT PI akan dihadiri jemaat Klasis GKI dari kabupaten/kota se-Tanah Papua. Bahkan ada yang nekat datang ke Manokwari dengan menumpang longboat, seperti dilakukan 18 warga Serui. Mereka nyaris celaka setelah mesin longboat yang ditumpangi kehabisan bensin dan bocor pada lambung. Tim Basarnas Manokwari menyelamatkan mereka setelah terombang-ambing beberapa jam di peraiaran Manokwari Selatan.

Thema peringatan HUT PI ke-165 “Celakalah Aku Jika Aku Tidak Memberitakan Injil”. Ibadah syukur 5 Februari akan dimulai sekitar pukul 09.00 WIT. Panitia berharap warga yang ingin mengikuti ibadah, hadir di Mansinam sejak pagi. Selama ibadah berlangsung, warga tak diperkenankan ke Situs Tugu Kristus di atas bukit Pulau Mansinam.

Sejumlah tokoh agama dan tokoh pemerintahan bakal menghadiri ibadah syukur HUT PI ke-165. Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan mengundang Presiden Joko Widodo untuk menghadiri peringatan hari bersejarah bagi orang asli Papua ini. Jokowi diharapkan dapat mengikuti jejak Presiden RI sebelumnya, SBY yang telah menginjakkan kaki di Mansinam.

Namun hingga Senin (3/2) belum ada konfirmasi dari Sekretariat Negara apakah Jokowi bersedia ke Manokwari atau tidak. “Belum ada konfirmasi. Kita tidak hanya mengundang Bapak  Presiden tetapi juga Menteri Dalam Negeri,” kata Gubernur kepada sejumlah wartawan, kemarin. Apakah mantan Presiden RI SBY juga hadir? Gubernur mengatakan, kemungkinan SBY akan digantikan anaknya, AHY (Agus Harimurti Yudoyono) menghadiri peringatan HUT PI ke-165. “AHY diundang, itu atas masukan tokoh-tokoh masyarakat,” kata Dominggus.

Setelah mengikuti ibadah syukur, jemaat diperkenankan berkunjung ke sejumlah situs Pekabaran Injil. Di Mansinam, ada beberapa situs yang setiap tahun ramai dikunjungi, yakni Tugu Pendaratan Dua Pengiinjil Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler  yang berlokasi di pantai, Sumur Tua peninggalan Ottow dan Geisler. Sumur yang terletak di samping Gereja Lahairoy tersebut diyakini punya khasiat. Tak sedikit warga membasuh muka dengan air dari sumur itu. Juga ada monumen yang letaknya tak jauh dari Gereja Lahairoy. Berjalan ke atas bukit, terdapat gereja yang halamannya cukup luas. Halaman gereja inilah yang akan menjadi lokasi ibadah syukur peringatan HUT PI.

Berjalan lebih ke atas terdapat Tugu Kristus, memiliki taman  yang cukup indah. Tugu Kristus, gereja dan monumen merupakan situs PI yang pembangunannya tak terlepas dari bantuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu. SBY pula-lah  yang meresmikan situs PI pada 28 Agustus 2014 lalu didampingi Gubernur Papua Barat Abraham O Atuturi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan.

Peringatan HUT PI merupakan momentum mengenang perjalanan gigih dua penginjil, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler. Berlayar dari Ternate 12 Januari 1855, dua penginjil ini menginjakkan  kaki di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855. Kegigihan, semangat dan pengabdian Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler dalam  pekerjaan pelayanan pekabaran Injil di Tanah Papua, sehingga kedatangan mereka di Mansinam 165 tahun lalu dijadikan sebagai hari yang sangat bersejarah bagi peradaban orang Papua. “Dengan Nama Tuhan Kami Menginjak Kaki di Tanah ini,” demikian doa pertama yang diucapkan Ottow dan Geissler saat pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Mansinam, pulau beradaban orang Papua. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed