oleh

Gubernur:ASN Diberi TPP Besar, Jangan Malas!

-Manokwari-91 views

MANOKWARI-Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan menyentil ASN (aparatur sipil negara) yang masih dijangkiti penyakit malas. Pemprov Papua Barat sudah memberikan TPP (tambahan perbaikan penghasilan) yang nilainya cukup besar berdasarkan pangkat golongan serta jabatan, tetapi ternyata masih saja ada ASN  yang malas masuk kerja dan tak mau ikut apel pagi.

Gubernur mengatakan, pemerintah daerah memberlakukan TPP sejak April 2018 lalu dengan harapan dapat mengubah peri laku malas menjadi rajin. “Kita bersyukur tunjangan perbaikan penghasilan sudah diberlakukan. Inikan diberikan untuk memotivasi pegawai, mendorong supaya jangan lagi malas-malas kerja,’’ ujar Gubernur di hadapan para pimpinan OPD dan ratusan ASN,  Senin (3/2/2020).

Mantan Bupati Manokwari dua periode ini meminta kepada pimpinan OPD untuk melakukan pengawasan secara ketat. ASN yang tidak ikut apel dan tak masuk kantor dalam sehari, maka TPP-nya dikurangi 5 persen. “Hadiri apel pagi dan sore, kehadiran mulai jam 8 sampai jam 4 atau  jam 5 sore. Pimpinan harus ketat awasi. Ikut apel juga tentukan kehadiran, kerja dari pagi sampai sore juga iku menentukan,” tegas Gubernur.

Gubernur memantau kinerja ASN. Menurutnya, banyak pegawai yang masuk kantor setelah jam 8 dan tak ikut apel. Juga banyak  yang tinggalkan kantor setelah absen check lock. “Ada yang datang pagi dan absesn setelah itu pulang, menjelang  jam pulang balik lagi ke kantor untuk absen. Ini  harus ditertibkan,” ujarnya.

Dia mengapresiasi pegawai  yang masuk tepat waktu, melaksanakan tugas dan pulang pada saatnya. Gubernur meminta pegawai yang lain pun dapat merubah perilaku menjadi rajin dan berkinerja baik. “Yang malas masuk kantor harus diberi sanksi pemotongan TPP 5 persen per hati. Kalau tidak diberi sanksi, maka kinerja ASN akan semakin menurun,’’ tegasnya.

Pimpinan OPD, pejabat eselon III dan IV diminta mengawasi bawahan. Gubernur yakin, bila pengawasan melekat dapat berjalan, maka tingkat kehadiran dan kinerja akan semakin membaik. ‘’Pengawasan itu harus dilakukan. Semua OPD harus tetapkan  itu. Tetapi kalau masa bodoh, ya, itu, nantinya membuat malas tahu,’’ tandas Gubernur.

Gubernur juga menyinggung seragam dan atribut pegawai. Warna seragam dinas tak boleh berbeda. Pada setiap apel pagi Senin wajib memakai topi. “Topi itu berapa harganya,  mungkin hanya 10 ribu. OPD bisa juga pengadaan,” katanya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed