oleh

Dugaan Asusila, Oknum Pejabat Papua Dipolisikan

JAYAPURA-Seorang pejabat pemerintah provinsi Papua berinisial AG, dilaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan pada 30 Januari 2020 lalu atas tuduhan tindakan asusila terhadap seorang gadis berinisial A yang tercatat sebagai pelajar salah satu SMA di Jakarta. Tindakan asusila yang diduga dilakukan oknum pejabat tersebut terjadi di salah satu hotel di Jakarta Selatan, pada 28 Januari 2020 dan baru dilaporkan orang tua korban ke kepolisian pada 30 Januari 2020.

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Hery Dosinaen mengakui  hingga kini pihaknya belum menerima laporan secara resmi terkait hal itu. “Saya sendiri belum dapat laporan karena itu melalui media. Kami dari Pemerintah Provinsi Papua harus mendapatkan laporan secara resmi,” kata Hery Dosinaen kepada wartawan di Jayapura, Senin (3/2).

Dikatakan, pihaknya mempersilahkan pihak penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap terduga. Apabila terbukti, silahkan diproses secara hukum yang berlaku di negara ini. “Silahkan saja diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Sementara itu, AG yang disebut-sebut terlibat kasus dugaan tindakan asusila di Jakarta mengaku kasus tersebut hoax. AG menyebut ada oknum yang sengaja ingin menjatuhkan nama baiknya. “Ini hoax dan ini ada yang mau jatuhkan bapa, jadi sekarang lagi diklarifikasi,” kata AG yang dikonfirmasi wartawan, kemarin. Nama AG ramai dibicarakan lantaran disebut-sebut melakukan tindakan asusila terhadap seorang pelajar SMA di Jakarta. Kasus ini sendiri telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua A ke Mapolres Jakarta Selatan 30 Januari 2020, dua hari setelah kejadian. 

Seperti dilansir beberapa media nasional, AG yang saat ini merupakan salah satu pejabat di Pemprov Papua, diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan remaja berinisial A (18). AG diduga melakukan tindakan asusila terhadap korban di sebuah hotel di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Korban yang masih duduk di bangku SMA kelas XI, dilecehkan pada 28 Januari 2020 pukul 17.00 WIT. 

AN, ibunda korban mengatakan, semua berawal ketika oknum pejabat ini meminta nomor telepon A kepadanya. Ia tidak menaruh curiga kepada pelaku lantaran AG merupakan teman baik dari ayahanda A. Setelah nomor A didapat, pelaku lalu mengajak korban untuk makan di hotel tersebut. Usai makan, AG berusaha melancarkan niat bejatnya. AG mengajak A ke kamar yang ada di lantai lima dengan alasan ingin membicarakan sesuatu. A yang saat itu masih menggunakan seragam sekolah pun masuk ke kamar. Korban ditawari segelas minuman yang diduga sudah dicampur dengan obat tertentu.

AG kemudiah melakukan perbuatan tidak terduga tersebut terhadap korban. Selang beberapa jam, korban tersadar dan mengetahui jika pakaiannya sudah terbuka. Dia langsung memutuskan pulang sendirian dari hotel. Takut mengadu langsung ke orangtuanya, korban lebih memilih mengadukan hal tersebut kepada guru pembimbingnya di sekolah.

Mengetahui kabar tersebut, AN berang. Tidak pernah dia sangka pria yang akrab dengan suaminya itu, tega melakukn hal tidak terduga kepada putrinya. AN kemudian mengambil langkah tegas, melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ini ke Polres Metro Jakarta Selatan guna ditangani lebih lanjut. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed