oleh

PT. Medco Papua Sikapi Sanksi Administrasi Lingkungan

-Manokwari-108 views

MANOKWARI-Pemberian sanksi Administrasi untuk kedua kalinya terkait izin dokumen lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Medco Papua Hijau Selaras telah disikapi baik.  Perusahaan ini melakukan pengkajian pelaksanaan pengelolaan dan pemanfaatan limbah cair  pabrik kelapa sawit melalui “Land Aplikasi”.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari Dr. Yonadab Sraun, S.Hut, SH, M.Si  mengatakan, setelah menindaklanjuti hasil temuan di lapangan dengan tindaklanjut pengawasan pada PT. Medco Papua Hijau Selaras, pengelolaan dan pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit telah melakukan pengelolaan pada IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) dan buangannya dilakukan pada badan air sungai yang ada.

Namun, berdasarkan pengawasan sebelumnya tidak dianjurkan karena akan merusak ekosistem kali/sungai dan tanah serta menurunkankan kualitas lingkungan hidup yang berdampak pada kehidupan warga sekitar. Untuk itu, disarankan agar perusahaan melakukan kajian pengelolaan dan pemanfaatan  limbah cair pabrik kelapa sawit dengan “Land Aplikasi”.

Bersama kepala Seksi Pengawasan, Penegakkan Hukum dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup,  Benyamin M. Sawor, S.Hut beserta staf, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang, S.P, M.Si menjelaskan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit dengan metode “Land Aplikasi” akan memberikan keuntungan ganda yaitu, menurunkan penggunaan pupuk (menurunkan biaya pengolahan limbah) sekaligus meningkatkan produksi dan mengurangi bau yang ditimbulkan serta limbah cair tidak mencemari lingkungan karena tidak terbuang keperairan.

Selain itu hasil di lapangan menunjukkan upaya baik perusahaan dengan menanam bambu di areal perusahaan khususnya Lokasi dimana IPAL dan kolam Lindih (limbah cair domestik) serta adanya kolam anaerobic adalah bagian dari pengolahan limbah cair kelapa sawit dengan system facultative. Kolam ini berfungsi untuk menguraikan zat-zat organik yang terkandung dalam limbah cair. Sistem penguraian menggunakan koloni bakteri (massa mikroba) yang terdapat dalam lumpur organic juga dapat mengurangi bau yang ada.

“Pada tahapan kajian ini pihak perusahaan telah menggelola dan memanfaatkan limbah cair pada luasan lahan sekitar 75 Ha. Pihak perusahaan diharapkan lebih serius dan komitmen menyelesaikan kajian pengelolaan “Land Aplikasi” sesuai prosedur yang berlaku dan jika memungkinkan agar dilakukan revisi dokumen lingkungan hidup yang ada saat ini untuk menjamin kualitas lingkungan hidup dan menjamin keberlangsungan aktivitas perusahaan,” tegas Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang, S.P, M.Si.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed