oleh

Petani Buah Lakukan Aksi di DPR PB

-Manokwari-73 views

MANOKWARI-Beberapa warga  Kampung Tanah Merah, Distrik Warmare, Manokwari mendatangi kantor DPR Papua Barat. Mereka membawa serta hasil pertanian di antaranya buah durian yang diletakkan di teras kantor DPR.

Kedatangan warga yang bermata pencarian petani ini menarik perhatian para staf Sekretariat DPR PB.  Para warga yang berunjuk rasa ini juga menempelkan aspirasi di tembok kantor. Ada tiga kertas yang ditempel di dinding hingga, Kamis (30/1/2020).

Koordinator aksi, Warmince Sayori dalam pernyataan aspirasinya mengatakan,  kedatangan di kantor DPR PB untuk menyampaikan keluhan soal hasil panen petani. Menurut Warmince hasil pertanian seperti durian, mangga, langsat, rambutan, pisang, cabai menjadi rusak akibat limbah pabrik semen di Maruni.

“Kami harap kepada pemerintah setempat memperhatikan aspirasi masyarakat ekonomi lemah,’’ ujar Warmince dalam pernyataannya.

Dia mengemukan, sebelum pabrik semen beroperasi,  durian, rambutan, langsat terasa manis, namun kini rasanya tawar. Warga menduga perubahan rasa dari manis menjadi tawar ini akibat limbah pabrik semen.

Warmince mengatakan, adanya pabrik semen di Maruni yang jaraknya cukup jauh dari Kampung Tanah Merah Warmare merugikan masyarakat. “Limbah semen membuat semua tumbuh-tumbuhan seperti durian, rambutan, mangga, langsat, pisang, cokelat menjadi rusak,” ujarnya.

Tak hanya ke kantor DPR  Papua Barat, warga Kampung Tanah Merah Warmare juga mendatangai  kantor Bupati dan DPRD Manokwari. Mereka menyampaikan aspirasi yang sama sambil membawah  buah durian.

Norman Tambunan, Wakil Ketua DPRD Manokwari yang menerima warga, berjanji akan  mengundang pihak terkait untuk membahas dan membicarakan permasalahan yang dikeluhkan pertani.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed