oleh

DJP Pamalu Peringkat Satu Nasional

-Ekonomi-97 views

AIMAS – Untuk pertama kalinya, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Papua Maluku (Pamalu) memperoleh peringkat pertama dalam capaian penerimaan pajak secara nasional di Tahun 2019, dengan capaian 98,6 % dan pertumbuhan 18,85%. Sementara capaian penerimaan KPP Pratama Sorong di Tahun 2019, sebesar 94,05 % dan pertumbuhan 4,45 %.

“Kanwil DJP Papua Maluku ranking 1 atas capaian penerimaan pajak secara nasional. Ini sejarah, karena sejak Kanwil Papua ada, belum pernah kita ranking 1,” terang Kepala KPP Pratama Sorong, Panca Kurniawan kepada media di ruang Baperlitbang Kabupaten Sorong, Kamis (30/1).

Pencapaian tersebut atas sinergi yang dilakukan bersama dengan daerah yang merupakan pendukung penerimaan pajak sebesar 40% yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “40% penerimaan pajak di Kanwil Papua didukung dari penerimaan di sektor Pemerintah Daerah, melalui APBD,” ucapnya.

KPP Pratama Sorong sendiri di Tahun 2018 hanya mencapai 80%, sementara Tahun 2019 capaian penerimaan pajak 94,05% atau sebesar Rp 1.267.581.160.341 dengan pertumbuhan 4,45% dari target penerimaan Rp 1.347.836.535.000. Namun, untuk persentase bruto capaian penerimaan KPP Pratama Sorong yakni, 105,68% dengan nilai Rp 1.424.428.946.876 dengan pertumbuhan 15,55%.

“Karena adanya permintaan pajak yang harus dikembalikkan, restitusinya sebesar 11,64%, sehingga Netto yang dicapai hanya 94,05% dari target 100%, jadi naiknya dari tahun lalu 14%,” terangnya Panca.

Sumber terbanyak pada penerimaan KPP Pratama berasal dari konstruksi, transportasi, keuangan dan APBD. Dengan capaian tersebut, kedepannya akan tetap dilakukan pengawasan terhadap Wajib Pajak (WP) yang berjumlah sekitar 500 WP besar, karena WP merupakan 80% penentu penerimaan di KPP Pratama Sorong.

“Kami lakukan pengawasan setorannya setiap bulan, uji kepatuhan juga dilakukan dengan pemeriksaan terhadap WP dan jika ditemukan akan diterbiktkan SKP serta penagihan pajak yang menjadi penentu penerimaan di tahun berjalan,” jelasnya.

Target pencapaian di Tahun 2020 meningkat 23% dari target 2019. Meski menurutnya, pertumbuhan inflasi maupun pertumbuhan ekonomi belum tentu mencapai 23% di Tahun 2020. Namun, KPP Pratama tetap optimis untuk mengamankan penerimaan tersebut dalam rangka Indonesia maju dan Indonesia yang lebih baik kedepannya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed