oleh

Diduga Depresi, Nekat Bakar Diri

SORONG-Seorang pria berinisial MK (50) nekat membakar dirinya sendiri di depan Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI) yang berlokasi di Jalan Sorong-Makbon Kompleks Bambu Kuning, Kota Sorong, Kamis (30/1). MK nekat membakar dirinya setelah sebelumnya menyiramkan bensin ke seluruh tubuhnya.

Kejadian bakar diri ini membuat warga sekitar terkejut. Sebagian warga berpikir bahwa yang terbakar adalah ban motor atau ban mobil karena kobaran api terlihat besar sehingga membakar tubuh korban hingga hangus dan terlihat kaku. Akibatnya, nyawa MK tak dapat tertolong lagi, ia menghembuskan nafas terakhir.

Pantauan Koran ini, jasad almarhum MK yang terbaring di atas lahan lingkungan gereja tersebut ditutupi dengan kain sarung. Tim penyidik dari Satreskrim Polres Sorong Kota yang turun ke tempat kejadian perkara (TKP) melakukan pemeriksaan dan melakukan olah TKP, kemudian mengevakuasi jasad kkorban ke RS Sele Be Solu.

Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Christy Pancasakti Siregar,S.IK,MH melalui Kasat Reskrim AKP Syarifurrahman,S.IK yang dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa MK sedang mengalami depresi sehingga membakar dirinya sendiri. “Korban itu depresi sehingga membakar diri sendiri,” jelasnya kepada Radar Sorong, Kamis (39).

Sementara itu, salah seorang warga bernama Zeth Ronsumbre menjelaskan, ketika dirinya berada di lokasi, korban MK sudah membakar dirinya. Karena merasa panas, akhirnya MK mengguling-gulingkan badannya di tanah. Namun, karena tidak dapat menahan panas yang luar biasa, MK akhirnya meninggal dunia. “Saya sempat melihat korban ketika korban sudah membakar diri, kemudian saya meminta tukang untuk membawa air namun karena mereka gugup sehingga tidak bisa mengambil tindakan penyelamatan, sehingga saya gunakan air untuk menyiram tubuh korban,” ungkapnya.

Menurutnya, waktu kejadian sekitar pukul 10.20 WIT, dan kejadian tersebut berlangsung selama kurang lebih 3 menit lamanya. Korban menggunakan korek dan BBM untuk membakar dirinya. Setelah kobaran api menyala, Zeth baru melihat MK sudah terbakar. “Sampai di tempat kejadian saya melihat bensin dan korek. Saat kejadian tersebut, komplek masih sunyi sehingga tidak ada yang melihat kejadian tersebut,” ungkapnya.

Menurut Zeth, selama kurang lebih satu minggu tinggal di kompleks Bambu Kuning, MK terlihat baik-baik saja. “Korban bukan warga kompleks sini, baru datang dan tinggal disini sekitar satu minggu dengan keluarganya yang tinggal di belakang Gereja Baptis Anugerah Indonesia,” ungkapnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed