oleh

Warga Tolak Perpanjangan Kontrak Menara Telkomsel

SORONG-Puluhan warga yang berdomisili di RT 04 RW 02 Jalan Pulau Gag Kelurahan Klasuur tepatnya di belakang SD Yapis Kampung Baru, menolak perpanjangan kontrak menara Telkomsel yang berada di area pemukiman warga. Penolakan ini disebabkan ketakutan warga akan radiasi dari menara tersebut yang dianggap berbahaya.

Perwakilan masyarakat, Pardi Jojon mengatakan, sudah dari beberapa waktu lalu masyarakat menginformasikan kepada Lurah setempat terkait penolakan perpanjangan kontrak menara Telkomsel. Pihak kelurahan pun telah menyampaikan kepada pihak Telkomsel Sorong terkait penolakan warga, namun diduga pihak Telkomsel tidak memberikan tanggapan apapun.  

“Dari pihak kelurahan sudah mediasi sebanyak 2 kali. Hasilnya tetap masyarakat menolak, namun belum ada keputusan sehingga ditindaklanjuti ke tingkat distik dan adanya kesepakatan kemudian masyarakat mengembok pintu gerbang tower dan ditindaklanjuti lagi hingga tingkat walikota,” jelas Pardi kepada wartawan, Rabu (29/1).

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Asisten 1 Setda Kota Sorong di kantor Walikota Sorong, pihak Telkomsel dan masyarakat sepakat tanggal 28 Januari 2020 akan didatangkan tim ahli untuk melihat situasi lapangan. Tetapi  pihak Telkomsel Sorong maupun Pemerintah Kota Sorong tidak kunjung datang.

“Intinya masyarakat menolak karena tidak ada jarak antara Tower dengan pemukiman warga, kemudian sering terjadi kerusakan elektronik dan masyarakat bahkan pernah kesambar petir. Kami sangat khawatir karena musim hujan atau angin selalu ada gangguan, makanya kami pasti matikan alat elektronik kami,” ungkapnya.

Diakuinya, perpanjangan penyewaan tanah yang ditempati menara atau tower Telkomsel tersebut tanpa sepengetahuan warga. Masyarakat sudah mengajukan penolakan, tetapi diduga pihak Telkomsel diam-diam memperpanjangkan sewa pada bulan Mei 2019 lalu selama 15 tahun dengan pemilik tanah tersebut.

“Setelah kita terlusuri ternyata perpanjangan sewa tanah antar pihak Telkomsel dengan pemilik tanah melalui email atau telephone dengan dasar menggunakan persetujuan masyarakat pada tahun 2004 lalu. Perpanjangan menara Telkomsel tidak melibatkan kami maupun Lurah,” terangnya. Terkait penolakan warga ini, pihak Telkomsel Sorong belum berhasil diminta tanggapannya.  (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed