oleh

“Sisir” Begal Bikin Pelaku Takut Bertindak

 SORONG-  Upaya polisi yang sejak  awal Januari 2020 ini melancarkan aksi “sisir” pelaku begal dan  jambret hingga membuahkan hasil menangkap 8 orang pelaku mendapat apreseasi dari segenap lapisan masyarakat di Kota Sorong.

 Melalui media sosial facebook yang sengaja digulirkan Radar Sorong tentang langkah polisi menangkap pelaku begal dan jambret, semua netizen yang memberi komentar mengatakan sangat setuju pelaku begal dan jambret diberantas habis di Kota Sorong ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

 Praktisi Hukum Bentryi Napitupulu, SH mengatakan setuju polisi  melancarkan aksi menyisir pelaku begal dan jambret di jalan raya. Hanya saja menurutnya, upaya polisi menangkap pelaku harus terus rutin dilaksanakan. Apalagi saat ini kata Benryi, tensi masyarakat sudah sangat tinggi yang begitu geram dengan pelaku begal dan jambret , sehingga dikuatirkan terjadi tindakan main hakim sendiri dari masyarakat. “Sebelum terjadi main hakim sendiri, polisi harus proaktif dalam menangkap pelaku begal dan jambret,”ujar Benryi Napitupulu.

 Dalam upaya memberantas begal dan jambret, dikatakan Benryi, polisi harus dapat memetakkan daerah-daerah rawan begal dan memberdayakan pos-pos polisi yang ada karena menurutnya,  banyak pos-pos polisi kalau malam hari dijadikan tempat orang mabuk. 

 Netizen lainnya, dengan akun Rara Sidia , ibu rumah tangga dalam komentarnya mengaku sangat setuju polisi melancarkan “sweeping” pelaku begal dan pelaku jambret di jalan. “Semenjak begal marak jadi takut naik motor sendiri ke kota. Ada baiknya  jika tidak hanya berhenti di menangkap pelaku begal, tetapi dilanjutkan ke tindakan pencegahan yang harus dilakukan oleh pemerintah  dan polisi, seperti pengaktifan kembali pos-pos polisi dan memaksimalkan penerangan lampu jalan untuk daerah rawan begal, serta warga perlu diberi pelatihan singkat untuk tanggap darurat begal di masing-masing RT/RW,”komen Rara yang juga seorang guru di wilayah Kabupaten Sorong.

Ibu rumah tangga lainnya, Indah Ayu Pusparini juga mengaku sangat setuju polisi melancarkan “sweeping” begal di jalan raya. “Sejak marak begal di Sorong bikin kita was-was kalau mau keluar rumah.  Kalau  naik motor liat spion terus kira-kira ada yang buntuti ka tidak di belakang, bikin parno,”tandasnya.

  Hal senada juga disampaikan warga dengan akun Ayunani M N yang sangat setuju polisi “sisir”  pelaku begal di jalan. Karena menurutnya, aksi begal sudah sangat meresahkan masyarakat  semua yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong. “Semoga dengan gerakan bapak-bapak polisi dong, kasus begal tidak ada lagi. Jadi bepergian bisa aman dan nyaman, karena Sorong Kota Bersama,”ujarnya.

Sementara karyawati RRI Sorong, dengan akun FB Prameswara Setyaning Tyas dalam komentarnya berharap dalam memberantas begal, hendaknya polisi menggandeng TNI, sebab dengan semakin banyak aparat turun di jalan menyisir pelaku begal tentunya akan mempersempit  ruang gerak pelaku begal. “Marakkan kembali Siskamling,”harapnya. Ia yang sering pulang kerja larut malam bahkan sampai dini hari merasa “ngeri” saat lewat di jalan dalam suasana sepi .”Takutnya  saat begal beraksi malah gak ada yang lihat untuk tolong,” 

“Hukum mati aja begal, supaya jera para begal yang lain,”komen netizen lainnya. Yang menarik dalam komentarnya, Retno Widyastuti yang juga seorang PNS di lingkungan Pemkot, mengibaratkan begal seperi kutu yang harus disisir setiap hari dengan sisir kutu. “Berasa kutu aja nih mbak, harus rajin disisir pake sisir kutu biar ilang, tambahin peditox  biar cepat bersih..hihihi,”komennya.

 Setuju dengan langkah polisi turlap menangkap para pelaku begal juga disampaikan warga lainnya, Tuty Hidayanti. Namun dia berharap sweeping begal tidak hanya saat rawan begal, tapi dilakukan secara terus menerus.

 “Dengan adanya sweeping begal dari polisi secara rutin diharapkan para begal ada rasa takut untuk berkeliaran. Paling tidak, mereka akan berpikir  dulu sebelum beraksi.  Namun  sweeping ini jangan hanya diadakan hanya disaat-saat rawan begal donk, kalau bisa terus-terusan supaya bukan hanya begal yang tertangkap tapi juga bagi mereka yang mungkin surat-surat  kendaraannya tidak lengkap, yang suka bawa alat-alat tajam bisa diminimalisir, artinya kalau mau berkendara pastikan semuanya lengkap dan aman,”ujarnya.  (ros)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed