oleh

Oknum TNI-Polri Diduga Nyabu Diproses Hukum

SORONG-Menindaklanjuti penangkapan oknum anggota Kodim 1802/Sorong berinisial K yang diduga menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu pada Rabu (8/1) malam pukul 22.05 WIT di Richelle Home Stay, Komandan Kodim 1802/Sorong, Letkol Inf Budiman,SE,M.I.Pol,MM menyatakan, oknum tersebut diproses sesuai prosedur hukum.

Dandim membenarkan membenarkan bahwa saat operasi gabungan Polres Sorong Kota dan Denpom XVIII/1 dilakukan pengecekan urine terhadap empat orang yang diduga menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu yang salah satunya adalah oknum anggota TNI AD Kodim 1802/Sorong, dan hasilnya dinyatakan positif.

“Kebetulan ada anggota kita yang dicek dan ternyata positif, namun positifnya kami tidak tahu apakah minum obat atau apa, karena saat saya tanyakan ke Kapolres Sorong Kota, AKBP Mario Siregar, ternyata tidak ada barang bukti,” jelas Dandim yang dikonfirmasi Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, Minggu (12/1).

Dikatakannya, saat dilakukan tes urine di tempat kejadian perkara (TKP), oknum anggotanya tersebut memang positif. Namun, positif itu bisa diartikan banyak, sebab jika meminum obat lain pun hasilnya bisa positif. Karena itu, kejadian tesrebut masih terus didalami oleh pihak Detasemen Polisi Militer (Denpom)  XVIII/1 Sorong.

“Jadi, intinya tidak ditemukan barang bukti apapun dan itu pernyataan Kapolres Sorong Kota langsung. Kalau masalah hasil tesnya positif, banyak kemungkinan. Bahkan kalau minum obat penurun panas pun pas dites hasilnya positif. Sehingga hal tersebut perlu dicek kembali, karena dari segi hukum harus ada barang bukti yang melekat pada oknum TNI tersebut,” tuturnya.

Dandim mengatakan, oknum anggota TNI tersebut saat ini sedang diproses sesuai prosedur dan saat ini oknum tersebut masih dalam pemeriksaan, sebab anggota TNI dimata hukum harus dicek secara detail. “Kami sama-sama cek ke lapangan dan memang tidak ada barang buktinya,” pungkasnya.

Sementara itu, diamankannya oknum anggota Polres Sorong berinisial HR yang diamankan dengan oknum anggota TNI-AD dan dua warga sipil diduga usai nyabu pada Rabu (8/1) malam, membuat marah Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna,S.IK. 

Kepada wartawan, Sabtu (11/1), Kapolres Sorong menyatakan, di setiap kesempatan, ia selalu mengingatkan seluruh anggota Polres Sorong untuk menunjukkan contoh yang baik kepada masyarakat dengan tidak merusak citra kepolisian, termasuk dengan menjauhi minuman keras (miras) dan narkotika.  “Saya selalu mengingatkan di setiap kesempatan, tidak hanya untuk bintara, tetapi juga perwira, jauhi miras dan narkoba,” ujarnya. 

Adanya oknum anggota Satlantas Polres Sorong yang tertangkap karena dugaan kasus narkoba, langsung ditindaklanjuti dengan proses hukum melalui Propam yang telah melakukan proses pemeriksaan terhadap oknum anggota Polres Sorong yang bertugas di bagian Patroli dan Pengawalan (Patwal).  Kapolres mengatakan, proses hukum yang dilakukan terhadap oknum anggota Polres Sorong ini  dilakukan secara transparan. Penyidik Propam Polres Sorong telah mengumpulkan barang bukti yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan dalam persidangan. 

Sementara itu, sebelum tertangkapnya oknum anggota Polres Sorong, pihaknya di Polres Sorong sempat melakukan pemeriksaan narkoba menggunakan alat tes DrugWipe 6S guna mengantisipasi adanya keterlibatan anggota Polres Sorong dalam penyalahgunaan narkoba.   Kasat Narkoba Polres Sorong, AKP Fahrial M Ginting,S.IK mengatakan, pemeriksaan dilakukan tanpa adanya pemberitahuan lebih dulu, dan pemeriksaan dilakukan secara acak. “Mungkin dia gak kena nasib di tes,” ucapnya. Pemeriksaan akan terus dilakukan tanpa adanya pemberitahuan lebih dulu kepada seluruh anggota Polres Sorong. “Tidak akan kita bilang, tesnya dadakan,” ucapnya. (juh/nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed