oleh

2020, Lima Kasus Menonjol

Polres Sorong Kota Selesaikan 849 Kasus

SORONG – Kriminalitas sepanjang tahun 2020 di wilayah hukum Polres Sorong Kota tercatat sebanyak 1.842 kasus, menurun disbanding tahun 2019 yang mencapai 2.397 kasus. Dari ribuan kasus kriminalistas, pihak Polres Sorong Kota menyelesaikan sebanyak 849 kasus. Kasus kriminalitas sepanjang tahun 2020 masih didominasi kasus pencurian sepeda motor sebanyak 440 kasus, menurun dibandung tahun sebelumnya 600 kasus. Disusul kemudian penganiayaan 270 kasus, juga menurun dibanding tahun 2019 sebanyak 347 kasus.

Kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 211 kasus di tahun 2020, sedangkan di tahun 2019 sebanyak 310 kasus. Pengeroyokan sebanyak 175 kasus di tahun 2020, menurun dibanding  tahun 2019 sebanyak 236 kasus, sedangkan kasus pencurian disertai perampasan (Curas) terjadi 128 kasus  di tahun 2020, turun dibanding tahun 2019 sebanyak 176 kasus.

Saat rilis kasus sepanjang tahun 2020 didampingi Wakapolres Kompol Hengky K. Abadi,S.IK berserta jajaran Kasat dan Kapolsek di lingkungan Polres Sorong Kota, Rabu (30/12), Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH mengatakan, ada lima kasus kriminalistas yang menonjol di tahun 2020, diantaranya kasus narkoba dengan pelaku berinisial IRR (19) yang diamankan pada tanggal 29 Maret 2020 dengan kepemilikan narkotika jenis ganja seberat 5.820,13 gram yang dikemas dalam 49 bungkus plastik. Kasus kedua, pembunuhan SR yang terjadi di Jalan A. Yani samping masjid Al Jihad pada 3 Mei 2020 dengan tersangka berinisial OZ dan RD.

Kasus ketiga, penganiayaan di Rutan Mapolres Sorong Kota yang mengakibatkan korban berinisial GKR alias Riko meninggal dunia, oleh tersangka berinisial HA (20). Kasus keempat yang menonjol yakni pencurian dengan kekerasan yang disertai pemerkosaan dan penganiayaan hingga mengakibatkan korban berinisial OH meninggal dunia dengan tersangka berinisial GKR pada 28 Agustus 2020 di Dum Timur. “Kasus menonjol yang kelima yakni kasus makar yang terjadi pada tanggal 27 November 2020 di Jalan A.Yani samping Ramayana Mall. Massa melakukan aksi demo HUT Kemerdekaan West Papua New Guinea sehingga kami mengamankan beberapa tersangka yakni JB, W, BF, HN, DP dan CD yang didapati membawa pamflet dan spanduk bergambar bintang kejora,” jelas Kapolres Sorong Kota kepada wartawan, kemarin.

Menurut Kapolres, tidak maksimalnya penyelesaikan kasus kriminalistas di Kota Sorong tahun 2020 lantaran beberapa sebab, yakni terkendala koordinasi dengan pihak kejaksaan di masa pandemi Covid-19. Selain itu, Polres Sorong Kota masih memfokuskan kepada penanganan kasus atau kejadian yang berdampak pada konflik sosial. “Kami juga melakukan pengamanan kepada unjuk rasa baik unjuk rasa kontijensi maupun kegiatan masyarakat yakni sebanyak 51 kali pelaksanaan kegiatan,”ungkapnya.

Sementara itu, kasus narkotika mengalami peningkatan khususnya ganja sebesar 15,5 persen di tahun 2020. Dimana terdapat 14 kasus kepemilikan narkotika jenis ganja sedangkan di tahun 2019 hanya 9 kasus. Diamankan 21 tersangka kepemilikan narkotika jenis ganja dengan total berat barang bukti ganja 9.363.3482 gram.

 Sementara itu, kasus narkotika jenis sabu-sabu tidak ada peningkatan, tahun 2020 Polres Sorong Kota mengungkap 16 kasus, sama seperti tahun 2019. Tersangka kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu ini berjumlah 17 orang dengan total barang bukti yang disita seberat 230.8159 gram. Selanjutnya, UU pangan hanya 3 kasus di tahun 2020, sama dengan tahun 2019. Sementara, kasus tipiring mengalami peningkatan dimana tahun 2020 terdapat 5 kasus sedangkan tahun 2019 hanya 2 kasus. Tersangka kasus UU Pangan yang berhasil diamankan berjumlah empat orang dengan barang bukti berupa minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus sebanyak 1.050 liter.

Malam Kunci Tahun, Patroli Skala Besar

Gencar melaksanakan barbagai kegiatan kepolisian di wilayah Polres Sorong, trend pelanggaran lalu lintas seperti penilangan dan teguran terhadap masyarakat khususnya para pengendara mengalami penurunan sebesar 36,95 persen pada tahun 2020. Hal tersebut, diungkapkan Kapolres Sorong kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH saat mengadakan rilis tahunan di Mapolres Sorong Kota, Rabu (30/12).

Kegiatan kepolisian yang dimaksud yakni operasi simpatik, operasi keselamatan, dan kegiatan edukasi lalu lintas kepada masyarakat melalui sosialisasi, himbauan maupun edukasi melalui sekolah tingkat pelajar. Penurunan angka pelanggaran lalu lintas tersebut ialah, penilangan dimana pada tahun 2020 Polres Sorong kota melalu Satlantas Polres Sorong kota melaksanakan tilang terhadap 1.017 dan 310 teguran. Perbandingan jumlah tilang tahun 2019 dan tahun 2020  mengalami penurunan hingga 42,54 persen dimana tilang pada tahun 2019 sebanyak 1.770 sedangkan tahun 2020 hanya 1.017. Sementara itu, teguran di tahun 2019 mencapai 335 sedangkan di tahun 2020 hanya 310. 

Sementara itu, Satlantas Polres Sorong Kota menangani 123 kasus lakalantas di tahun 2020,  sebanyak 16 jiwa meninggal dunia, luka berat 18 orang dan luka ringan sebanyak 90 orang. Hal ini menurun dibanding tahun 2019, dimana lakalantas di tahun tersebut cukup tinggi yakni sebanyak 137 kasus, diantaranya korban meninggal dunia 33 jiwa, luka berat 48 orang dan luka ringan 69 orang. Selain itu, kerugian materi pun mengalami penurunan di tahun 2020, dimana tahun 2020 ini hanya sebesar Rp 416.300.000 sementara di tahun 2019 sebesar Rp 590.200.000.

Melihat angka pelanggaran dan kecelakaan Lalu lintas yang menurun di tahun 2020. Kapolres Sorong Kota menghimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan yang berskala besar atau mengumpulkan massa dalam bentuk apapun dalam rangka menyambut tahun baru. Lebih baik melaksanakan doa di rumah maupun tempat tempat ibadah masing-masing.

Menjelang perayaan malam pergantian tahun, Satlantas Polres Sorong Kota akan melaksanakan patroli berskala besar di tempat-tempat yang dianggap mengundang masyarakat untuk berkumpul seperti taman Sorong City dan lainnya. “Kalau ditemukan ada yang berkumpul maka akan kita himbau untuk kembali ke rumah. Karena sesuai dengan maklumat Kapolri bahwasanya arak-arakan, konvoi maupun berkumpul atau membuat aktivitas yang dapat menimbulkan keramaian akan dibubarkan,” kata Kasatlantas Polres Sorong Kota AKP Ade Luther Far Far,S.IK sembari menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Sorong bila nanti ada masyarakat dari kabupaten berkunjung ke Kota Sorong akan distopkan di perbatasan. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed