oleh

Solidaritas Mahasiswa Serukan Aksi 10 Desember

-Metro-342 views

SORONG-Menjelang tanggal 10 Desember yang diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia (HAM), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Peduli HAM Papua mengadakan mimbar bebas sekaligus memperingati Paniai Berdarah di Taman Sorong City, Minggu Sore (8/12).

Pantauan Radar Sorong, beberapa mahasiswa turut membagi-bagikan selembaran kertas yang bertuliskan seruan aksi Long March menuju kantor Wali Kota Sorong dengan titik kumpul di Halaman Kampus UMS Sorong pada tanggal 10 Desember 2019.

Beberapa mahasiswa lainnya duduk sambil memegang poster kejadian berdarah di Paniai maupun di Wasior dan berbagai kertas yang bertuliskan menagih janji politik Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Desember 2019 di Lapangan Mandala, Jayapura terkait penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu di tanah Papua. TNI dan Polri harus bertanggung jawab atas tewasnya 4 pelajar Papua di Kabupaten Paniai.

Tulisan lainnya yaitu ‘Adili pelaku penembakan Paniai berdarah berdasarkan UU nomor 26 tahun 2000 tentang pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM)’, ‘Menolak lupa Paniai berdarah dan di kertas lainnya bertuliskan Papua tidak butuh keamanan, Papua hanya butuh keadilan’. 

Moderator Orator, Apriyanto. A Rasid  mengatakan, Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Peduli HAM Papua mengadakan mimbar bebas sekaligus memperingati Paniai berdarah dan juga sebagai ajang konsolidasi untuk tanggal 10 Desember 2019 dalam memperingati hari HAM se Dunia.

“Kami membagi selembaran sebagai bentuk seruan dan ajakan kepada elemen gerakan maupun masyarakat yang ada di tanah Papua khususnya di Kota Sorong untuk turut terlibat dalam aksi Long March yang akan diadakan pada tanggal 10 Desember 2019 di kantor Wali Kota. Aksi ini merupakan aksi damai,”jelasnya didampingi oleh Koordinator Aksi, Ambrosius Klagilit kepada Radar Sorong, Minggu (8/12).

Dalam aksi yang akan dilakukan, hal yang akan sampaikan adalah terkait permasalah yang terjadi di tanah Papua seperti Paniai berdarah, Wasior berdarah dan Biak berdarah yang merupakan catatan buruk dan catatan berdarah.

“Presiden menyuguhkan janji politik pada masyarakat Papua untuk menuntaskan kasus HAM di atas Tanah Papua. Oleh karena itu, melalui momentum 10 Desember 2019, kami dari solidaritas, menangih janji dan menolak lupa apa yang disampaikan Presiden,”terangnya seraya menambahkan kurang lebih 50 mahasiswa akan terlibat pada agenda 10 Desember 2019 dengan aksi damai.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed