oleh

Giliran Pilkades Serentak di Distrik Konda

-Sorong Raya-163 views

Personil TNI/Polri Amankan Setiap TPS

 TEMINABUAN-Setelah pemilihan kepala desa (Pilkades) atau kampung seraentak tahap I pada Kamis (5/12) lalu di 6 distrik yakni Distrik Moswaren, Wayer, Seremuk, Sawiat, Salkma dan Fkour, Sabtu (7/12) lalu giliran pelaksanaan Pilkades di wilayah Distrik Konda. Sebanyak 5 kampung di Distrik Konda yaknu Kampung Manelek, Bariat, Nagna, Konda dan Wamargege melaksanakan Pilkades serentak. Warga berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya secara demokratis. Hampir semua kantor kampung di Distrik Konda menjadi TPS. Kabag Bina Pemerintahan Distrik, Kelurahan dan Kampung Biro Pemerintahan Setda Provinsi Papua Barat (PB) Nimbrot Idie, S.Sos masih ikut untuk memantau langsung pelaksanaan Pilkades di wilayah Distrik Konda. Staf Ahli Bupati bidang Keuangan Drs.Alexander Homer dan Asisten I bidang Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Sorsel Yoseph Bless, SH, MH juga ikut mendampingi. Termasuk Kadistrik Konda Sopice Sawor, S.Sos, MAP juga ikut mendampingi

 Berdasarkan pantauan Radar Sorong di wilayah Distrik Konda, warga yang namanya ada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) beramai-ramai datang datang ke TPS menunjukan undangan maupun KTP elektronik untuk menyalurkan hak pilihnya secara demokratis. 

Setiap TPS di wilayah Distrik Konda diamankan anggota Polres Sorsel dan juga Koramil Teminabuan. Oknum warga ataupun pemuda yang membuat onar di TPS langsung diamankan polisi. Setelah diketahui calon kepala kampung yang terpilih berdasarkan perhitungan perolehan suara, panitia membuatkan berita acara penetapan untuk diserahkan bersamaan dengan C1 Plano kepada Badan Perwakilan Kampung (Baperkam). Selanjutnya Baperkam menyerahkannya kepada kepala distrik (Kadistrik) untuk diteruskan kepala Panitia Pilkades tingkat Kabupaten Sorsel. 

 Sebelum pelaksanaan pemungutan suara, rombongan dari Kabupaten Sorsel dan pejabat dari Biro Pemerntahan Setda Provinsi PB menyampaikan sejumlah hal penting kepada masyarakat. Terutama berkaitan dengan situasi kondisi setelah Pilkades, mengingat calon kepala kampung yang dipilih masih berhubungan saudara dan juga warga kampung sendiri. Sehingga siapapun yang terpilih harus merangkul semua pihak untuk membangun kampung secara bersama-sama. Jangan sampai terjadi konflik antar masyarakat akibat Pilkades, justru akan merugikan masyarakat sendiri karena harus berurusan dengan masalah hukum. (jus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed