oleh

Pengajar Disabilitas Butuhkan Keahlian Khusus

-Metro-326 views

SLB Sorong Peringati Hari Disabilitas

SORONG- Hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember, juga ikut diperingati oleh siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Sorong. Mereka berjalan dari sekolah, berkeliling melewati perumahan di sekitar sekolah, kemudian finishnya kembali di sekolah. 

Sebanyak 140an siswa SLB dan sekitar 20an tenaga pendidik ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Setelah tiba kembali di sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan acara makan bersama.

 Kemudian diselingi suguhan penampilan menarik dari siswa-siswi SLB Sorong. Sebagai hiburan sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya, mereka menampilkan kesenian Yospan di halaman sekolah.

Menurut guru tuna rungu SLB Sorong, Ninik Winingsih,  kegiatan ini selalu menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati hari spesial bagi kaum disabilitas di Kota Sorong.

“Jadi sebenarnya ini hari untuk mereka. Hari yang spesial yang mana ini juga sebagai bentuk kepedulian dalam melihat kaum disabilitas, terutama di Kota Sorong ini,” terangnya.

Bagi Ninik, siswa-siswinya di SLB adalah anak-anak yang spesial. Meskipun hidup dengan keterbatasan fisik, mereka juga punya kelebihan di berbagai aspek lain yang bisa ditampilkan. Bahkan setiap tahun SLB Sorong selalu mengirimkan siswa-siswinya untuk mengikuti even di tingkat nasional. Kegiatan yang mereka ikuti biasanya pada aspek olahraga, ketrampilan, penulisan karya ilmiah fiksi dan kewirausahaan.

Dalam mendidik siswa-siswi SLB tentunya juga dibutuhkan keahlian khusus. Tak jarang, para pendidik juga mengalami kendala tersendiri dalam tugasnya. Tenaga pendidik untuk SLB sebenarnya ada pendidikan khususnya, yaitu Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa (SGPLB).

“Kendala kami, tenaga pendidik yang khusus SLB memang kurang. Di sini kami ada guru honor juga. Jadi ya untuk memecahkan kendala tersebut, ya kami saling membantu, saling berkolaborasi untuk mengajar,” sambungya.

Ninik berharap siswa-siswinya akan terus mampu melawan keterbatasan fisiknya, sebab dirinya yakin, dengan keterbatasan yang mereka miliki, pasti ada kelebihan yang dikaruniakan kepada mereka. (cr-50)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed