oleh

38 Terduga Simpatisan OPM Diamankan

JAYAPURA – Jelang perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember, Polres Jayapura mengamankan 34 orang Sabtu (30/11) malam. Sementara itu, Polres Jayapura Kota juga mengamankan 4 orang mahasiswa yang beribadah menggunakan atribut bendera Bintang Kejora pada salah satu gereja di Abepura, Minggu (1/12).

Informasi yang dihimpun Radar Sorong diketahui, ke-34 orang yang diamankan Polres Jayapura, diduga merupakan simpatisan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang merupakan sayap militer dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), mereka diduga berupaya  melakukan upacara peringatan HUT OPM di Kota Jayapura.

Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw kepada wartawan di Base Ops Lanud Silas Papare, Minggu (1/12) mengungkapkan, pihaknya saat ini sementara melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap 24 orang di Polres Jayapura maupun 4  orang di Polres Jayapura Kota terkait dengan aksi yang dilakukan oleh mereka.

“Di wilayah Sentani, 34 orang ditengarai membawa atribut dan senjata tajam, dihentikan oleh anggota. Ada sejumlah atribut  KNPB yang mereka bawa, sedang dalam proses pengambilan keterangan. Sementara di Abepura ada empat orang yang masuk gereja pakai oranamen di muka, anggota minta dibawa keluar dari gereja dan dibawa ke Polsek,” ungkap Kapolda.

Mantan Kapolda Papua Barat ini mengaku, khusus untuk  empat orang yang diamankan dalam Gereja di Kawasan Abepura Kota Jayapura, ia telah meminta Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas untuk melakukan pendalaman terkait aksi mereka. “Kapolres sedang kita minta untuk mengecek, apakah ada perencanaan mereka lakukan dimana,” tandasnya.

Kapolda mengaku secara umum situasi di Papua aman dan kondusif, tidak ada kejadian menonjol jelang dan 1 Desember. Hal ini tidak lepas dari peran serta masyarakat maupun seluruh steakholder pemerintah, sehingga situasi  hingga kini tetap kondusif. “Secara umum kami sampaikan di Papua aman, kami juga memberikan apresiasi kepada semua stakeholder dan media juga  atas perannya, sehingga  hari 1 Desember ini  berjalan dengan aman,” jelasnya.

Selain di Kabupaten dan Kota Jayapura,  Kapolda mengaku di Kabupaten Dogiyai, sekelompok masyarakat  yang dibantu oleh KNPB meminta izin untuk melakukan orasi memperingati 1 Desember, namun karena mendadak sehingga tidak dijinkan oleh Polres setempat. Kendati demikian, aksi mereka tetap mendapat pengawalan dari polisi.

“Di Dogiyai ada sekelompok masyarakat yang dikomandoi oleh KNPB meminta ijin untuk melakukan orasi di lapangan, dan tadi oleh Kapolres karena waktunya tidak dikeluarkan,  hanya dilakukan pengamanan, mereka hanya beribadah dan membubarkan diri,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengaku langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak  kepolisian terhadap sejumlah oknun masyarakat  terkait aksi 1 Desember baik di Dogiyai, Sentani dan Kota Jayapura sangat humanis dengan memakai cara persuasive. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed