oleh

Aspirasi Pemekaran Tak Murni dari Rakyat

JAYAPURA – Rumor pemekaran wilayah di Papua menjadi isu hangat  di masyarakat. Majelis Rakyat Papua (MRP) yang tegas menolak pemekaran wilayah Papua, menilai aspirasi pemekaran tidak murni dari rakyat orang asli Papua (OAP) Ketua MRP Timotius Murib menilai pemekaran akan menyengsarakan rakyat. “Tak boleh ada pemekaran. Kalau dipaksakan, sama saja Jakarta datangkan peti mayat (mati) banyak-banyak untuk orang asli Papua karena mati gara-gara pemekaran, nanti kubur bawa di Jakarta sana, jangan kubur di sini,”  tegas Timotius Murib, Rabu (6/11).

Menurutnya, aspirasi pemekaran provinsi di Papua tidak murni dari rakyat. Sebab, orang asli Papua (OAP) belum pernah menyampaikan aspirasi tentang daerah otonomi baru (DOB) atau pemekaran. Dirinya  menuding aspirasi pemekaran berasal dari pejabat-pejabat dengan mengatasnamakan rakyat. “Itu saya pikir bukan (tidak) murni dari rakyat. OAP belum pernah menyampaikan aspirasi tentang DOB atau pemekaran, yang bicara hari ini adalah pejabat-pejabat mengatasnamakan rakyat,” ujarnya.

Ditegaskan, merujuk Pasal 67 Undang-Undang 21 Tahun 2001 untuk pembentukan provinsi di tanah Papua harus mendapatkan rekomendasi atau pertimbangan MRP, sementara MRP tidak memberikan rekomendasi pemekaran. “MRP tentu tidak akan memberikan rekomendasi pemekaran. Pemerintah pusat dorong pemekaran karena itu hasil kajian dari intelejen dan saya pikir itu keliru. Hari ini seharusnya kita bicara bagaimana mensejahterahkan masyarakat Papua dulu,” tuturnya.

Selain tidak membuat sejahtera rakyat, MPR melihat pemekaran tidak akan dinikmati rakyat asli Papua, malahan masyarakat banyak yang mengungsi karena terjadi kekerasan. “Puncak Jaya sekarang siapa yang nikmati, orang sudah lari semua akibat kekerasan di sana. Di Nduga sudah 400 sekian pengungsi, terus kabupaten itu siapa yang nikmati,” tukas Timotius. (al) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed