oleh

Spesialis ‘Penjagal’ Sapi Curian Ditangkap

-Metro-474 views

Tersangka Akui Keterlibatan Oknum Anggota

AIMAS – 7 orang tersangka pencurian sapi di wilayah Kabupaten Sorong, berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Sorong, setelah dilakukan penyelidikan terhadap penjualan daging murah di pasaran. “Tim opsnal berhasil mengamankan para pelaku pencurian sapi, setelah melakukan penyelidikan terhadap penerimaan daging sapi melalui tim yang telah dibentuk,” terang Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.IK dalam Press Release yang disampaikan di Mapolres Sorong, Senin (12/8). 

Dijelaskan Kapolres, Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas tindakan pencurian sapi yang dilakukan oleh para tersangka, berbeda-beda. Dari 18 TKP, hanya 15 TKP yang sudah teridentifikasi. Dalam menjalankan aksinya, para tersangka tidak seluruhnya bersama-sama, melainkan ada 3 kelompok dalam melakukan aksi pencurian sapi tersebut. 

“Dari 18 TKP yang ada ini, hanya 15 TKP yang sudah teridentifikasi, masing-masing tersangka juga melakukan aksinya di TKP yang berbeda-beda,” terang Kapolres Sorong. 

Tersangka yang diamankan, nantinya akan disesuaikan dengan laporan dari masyarakat. Karena TKP tidak hanya berada di 1 tempat dengan 1 laporan, tetapi dibeberapa tempat seperti Aimas, Majaran, Katapop, Mariat dan TKP lainnya. 

Modus pencurian sapi yang dilakukan para tersangka juga berbeda-beda dengan barang bukti yang berbeda pula. Mulai dari jerat, digorok, dibawa ke tempat lain dan sebagainya. Namun, kasus tersebut masih terus dikembangkan, sesuai dengan barang bukti yang ada. 

“Saat ini, barang bukti yang ditemukan, timbangan daging, pisau, parang dan 3 kendaraan yang digunakan untuk membawa sapi maupun daging sapi,” jelasnya. 

Diduga, kasus pencurian sapi tersebut, melibatkan oknum anggota. Namun, Kapolres Sorong masih belum dapat memastikan hal tersebut, karena pengembangan yang masih terus dilakukan. Namun, berdasarkan keterangan para tersangka, memang benar ada keterlibatan dari oknum anggota. 

“Keterlibatan oknum anggota masih kami lakukan pengembangan, jika memang benar akan kami kembalikan ke pihak yang berwajib, kalau dari AD yah kita kembalikan ke POM AD, Kalau dari AL ke Pomal, tapi itu masih tetap kami kembangkan,” jelas Kapolres Sorong. 

Kasat Reskrim Polres Sorong, AKP Dodi Pratama S.IK menyampaikan, dari 7 tersangka yang diamankan, 1 diantaranya penadah dari hasil pencurian sapi tersebut, sementara 6 orang lainnya merupakan pelaku. “Dari 7 orang, 1 orangnya penadah, RS dengan pasal yang dikenakan 480,” katanya.

Proses penangkapan tersangka bermula dari RS sebagai penadah yang tidak dapat menjelaskan asal sapi yang dijual tersebut. Namun, karena bukti yang belum cukup, sehingga tidak dapat dilakukan penahanan, hingga akhirnya dilakukan pengembangan dan mendapatkan informasi terkait pencurian sapi tersebut. 

“Akhirnya satu per satu tersangka diamankan di rumahnya masing-masing yang seluruhnya, ada di Salawati,” jelas Kasat Reskrim. 

Penangkapan dilakukan untuk 3 kelompok, kelompok pertama yakni, AR, MW dan RS, kelompok kedua yakni, ER dan RS sementara kelompok ketiga, AS dan SM. Dari seluruh tersangka, masih terdapat 3 orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Dari seluruh tersangka, kasus yang dilakukan ada yang 1 kali hingga 6 kali, baik dilakukan di hutan seorang diri, maupun berkelompok. Harga jual daging sapi ke penadah cukup murah, mulai dari Rp 50-80 Ribu. Pasal yang dikenakan terhadap para tersangka yakni, pasal 363 dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed