oleh

Lokasi Penemuan Bom Mortir Ditutup Sementara

-Sorong Raya-307 views

AIMAS- Lokasi penemuan benda yang diduga bom mortir di wilayah hukum Polsek Salawati, tepatnya di Majaran, Katapop, Kabupaten Sorong untuk sementara ditutup. “Sampai dengan kemarin (Minggu,red) saya lihat tidak ada aktifitas galian material lagi,” kata Kapolsek Salawati, Iptu Vhalio Agafe S.IK kepada media saat ditemui di Mapolres Sorong, Senin (12/8). 

Penutupan lokasi tersebut, untuk mengantisipasi adanya aktivitas pengambilan material, karena dikhawatirkan benda-benda serupa masih berada di sekitar lokasi. Dimana, lokasi penemuan bom  mortir sebelumnya hanya berjarak 20 meter dari satu benda ke benda lainnya yang ditemukan. 

“Jaraknya hanya 20 meter dari lokasi penemuan yang satu ke yang lain. Jadi, kemungkinan penemuan benda lain masih ada,” jelas Vhalio. 

Selain itu, cerita masyarakat setempat menjadi pertimbangan, agar lokasi tersebut tidak dilakukan aktivitas apapun. Karena menurut masyarakat, pada tahun 1982, ditemukan tower di lokasi tersebut namun sudah dirubuhkan. Diduga, seluruh benda-benda tersebut, sudah ada dari zaman penjajahan Jepang. 

Beberapa tahun sebelum penemuan bom mortir, masyarakat juga mengakui pernah menemukan geranat tangan. Masyarakat menduga, ada banker di sekitar lokasi tersebut yang belum ditemukan. “Kata masyarakat di sana ada banker juga yang belum ditemukan. Dulunya, masyarakat juga mencari besi di sekitar lokasi,” ungkap Kapolsek Salawati. 

Dari 3 benda yang diduga bom mortir, seluruhnya telah diserahkan ke Brimob yang memiliki kompeten untuk mengetahui secara pasti kondisi bom mortir tersebut. Pengecekan tersebut, menurutnya membutuhkan waktu lama, karena kondisi bom mortir yang ditemukan sudah berkarat dan sebagian tidak utuh.

“Butuh waktu lama, untuk mengecek jenisnya, statusnya dan lainnya. Tapi, saat penemuan kemarin, detanatornya tidak tersentuh,” bebernya. 

Pelarangan aktifitas dilokasi tersebut, telah diinformasikan ke distrik setempat yang diharapkan dapat diteruskan ke Pemerintah Daerah, guna mengetahui tindakan kedepannya. Karena menurutnya, saat ini lokasi pengambilan material tersebut nantinya akan dijadikan jalan baru menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed