oleh

Dasawarsa ke-IV, Smagust Gelar Seminar Nasional

-Metro-409 views

SORONG-Masih dalam rangkaian Dasawarsa-IV SMA YPPK Agustinus (Smagust) Kota Sorong kembali mengadakan seminar Nasional dengan mengambil 3 tema yakni peran orang tua dalam pendidikan anak, peran generasi milenial dalam pengembangan pariwisata di tanah Malamoi dan workshop LMPM pendidikan berbasis digital, Senin (12/8) di Aula SMA YPPK Agustinus Kota Sorong.


Pemberian Cinderamata oleh Ketua Panitia Yohanes Sagrim kepada Narasumber Rudolf Yerangga

Dalam sambutannya, Kepala SMA YPPK Agustinus, Sabar Togatorop menyampaikan terima kasih atas kehadiran 3 narasumber yang berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Pariwisata dan LMPM untuk memberikan materi yang berkaitan dengan peran orang tua bagi pendidikan anak, perkembangan pariwisata serta peran orang tua dan masyarakat dalam mendidik generasi muda yang sudah modernisasi berbasis digital.

“Jadi peran orang tua dan masyarakat harus ada dalam pendidikan anak,”katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rohika K. Sari, SH, M.Si, mengatakan, dengan diadakan seminar yang berfokus pada peran orang tua dalam pendidikan anak, maka dipahami bahwa peran orang tua sangatlah penting.

Penjeputan Rohika K. Sari, SH., M. Si, selaku Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Karena sekarang ini menjadi keprihatinan dari banyak orang tua yang belum melaksanakan fungsi kewajibannya yang sesuai dengan UU Perlindungan Anak dalam mengasuh, memelihara, mendidik, menumbuhkembangkan anak menjadi model pendidikan karakter ini harus dikuatkan kembali,”terangnya.

 Diakui Rohika, tema kali ini merupakan hal yang sangat strategis dalam kegiatan HUT SMA YPPK Agustinus  ke 40 tahun. Diakuinya masih banyak PR untuk para pengasuh dalam hal ini guru dan orang tua yang melakukan kekerasan karena seharusnya anak-anak bahagia dalam tumbuh kembangnya.

“Ternyata tindakan kekerasan justru dilakukan oleh orang terdekat dan ini sangat memprihatinkan namun Negara tidak bisa bekerja sendiri sebab dibutuhkan peran masyarakat bahkan dunia usaha maupun media,”tuturnya.

Pemberian Materi oleh Ketua LPMP Papua Barat, Drs. Saul Bleskadit, M. Si.

Sudah dinyatakan dalam UU Perlindungan Anak, sambungnya bahwa hal tersebut menjadi upaya bersama dan dikuatkan pada proses pencegahan. Karena jika sudah pada penanganan, pasti membutuhkan biaya yang mahal. Salah satu yang menguatkan fungsi pencegahan dengan mengaitkan peran orang tua dalam pendidikan anak.

“Harapan dengan adanya kegiatan Seminar Nasional yang ada di SMA YPPK Agustinus Sorong ini, mereka (anak-anak) yang hadir ini harus menjadi generasi pelopor di SMA Agustinus agar bisa memperkuat tujuan ke depan menjadi generasi emas 2045. Pengasuhnya harus menyesuaikan dengan anak, karena ini semua tidak bisa kerja sendiri,”tuturnya.

Ada 5 hal yang harus dilakukan yakni anak harus menjadi pelopor, menjadi keluarga pelopor, sekolah menjadi ramah anak, lingkungan mendukung dan semua instusi mulai dari wilayah kampung, distrik dan Kota menjadi layak anak.

Selain itu juga dibahas terkait bagaimanan peran generasi milenial dalam pengembangan pariwisata di tanah Malamoi dan pendidikan berbasis digital, dalam kegiatan tersebut dihadari oleh para siswa-siswi SMA YPPK Agustinus Sorong, para pengasuh (guru) dan perwakilan mama-mama Papua.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed