oleh

PT. GAG Nikel Serahkan Santunan dan Pelepasan Penyu

-Berita Utama-1.425 views

SORONG – Kunjungan Komisaris dan Presiden Direktur PT.GAG Nikel di Pulau GAG dalam rangka pemberian santunan kepada orang tua jompo dan anak yatim serta melakukan Pelepasan Penyu Sisik di Penangkaran Penyu Binaan External Relationship PT. GAG Nikel, Jumat (12/4). Komisaris PT. GAG Nikel, Bambang Susigit mengatakan, kunjungan ini merupakan kunjungan rutin. “Kunjungan ini mempersiapkan kegiatan 2019 dengan sungguh-sungguh,” katanya kepada Radar Sorong, Jumat (12/4).

PELEPASAN PENYU. Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf Albert Rodja, Presiden Direktur PT.GAG NIKEL beserta rombongan melepaskan Penyu Sisik.

Selain menyerahkan santunan dan pelepasan penyu, Bambang mengingatkan yang terpenting diperhatikan adalah ada 2 prinsip dalam tambang. Pertama, pada saat melakukan kegiatan usahanya, ada pertimbangan ekonomi supaya tambang bisa untung. “Investasinya harapan kembali. Secara teknis, bisa dilakukan penambangan. Tambang layak secara lingkungan. Setelah itu terangkum dalam satu komitmen, maka tambangnya bisa jalan,” jelasnya. Kedua, secara ekonomi perusahaan mau mendapatkan untung, dan secara otomatis pemerintah mendapatkan kontribusi.

Komisaris PT.GAG NIKEL Bambang Susigit, Presiden Direktur PT.GAG NIKEL Ir.Risono, Office Manager Sorong Ruddy Sumual,  beserta keluarga.

Di bidang sosial, perusahaan mempunyai program pengembangan masyarakat agar masyarakat dapat merasakan manfaat kehadiran PT GAG Nikel. Masyarakat dapat berkembang sesuai kebutuhannya, kearifan lokal masyarakat diakomodir. “Nah, kedua prinsip tersebut yang akan di formulakan agar tambang yang berjalan nantinya pemerintah mendapatkan manfaat, lingkungan terjaga tetapi sosial masyarakat juga merasa memiliki bahwa industry ini memang harus ada disini dengan memberikan kontribusi,” katanya.

Komisaris PT.GAG NIKEL, Bambang Susigit, saat menyampaikan tujuan kunjungan, terkait perusahaan dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Bambang menjelaskan, harus dipahami bahwa tambang membutuhkan modal besar, resikonya banyak, tapi kembali modalnya susah mengingat harga komoditi tambang ini fluktuatif. “Walaupun pemerintah punya patokan harga mineral, tapi di dunia ini, negara-negara yang tidak punya tambang nikel mencari bahan subsidi untuk dia melakukan subtitusi.  Misalkan kalau tidak ada nikel, besok tidak ada baja, mereka sudah berfikir apa penggantinya. Karena itu, tambang ini harus punya momen kapan dia dilakukan. Kalau sekarang tidak dilakukan, jangan-jangan 10 atau 20 tahun lagi nikel sudah tidak dibutuhkan di dunia. “Karena itu, saatnya momen yang pas karena kebutuhan nikel dunia meningkat dan harga lagi bagus. Kami berpikir bagaimana mengoptimalkannya, maka ada rencana kedepan untuk membangun smelter. Nantinya akan ada pabrik industry yang dibuat di Sorong, ada nilai tambahnya. Kalau sekarang harga nikel dijual $ 30, ketika sudah diolah harganya sudah 45 kali lipat. Dari segi sosial, tenaga kerja yang akan diterima terserap. Jadi perlu disupport dengan kebijakan dari pemerintah dan pemahaman dari masyarakat,” jelasnya.

Presiden Direktur PT. GAG Nikel, Ir. Risono mengatakan, kehadiran PT. GAG Nikel kedepannya diharapkan bisa memberikan kontribusi maksimal untuk masyarakat GAG khususnya dan masyarakat Papua Barat pada umumnya. Menurutnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral komit terkait hal tersebut, makanya ada peraturan khusus terkait program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat). “Karena disampaikan dalam peraturan tersebut adalah kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan, dan mekanisme untuk membuat program tersebut melibatkan masyarakat setempat,” ujarnya.

Presiden Direktur PT.GAG NIKEL Ir.Risono saat menyampaikan tujuan kunjungan dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Office Manager Sorong Ruddy Sumual saat membawakan acara kegiatan pelepasan penyu dan penyerahan santunan.
Penyerahan santunan dari Ny.Bambang kepada salah satu anak yatim.

Dikatakannya, PT Gag Nikel mengusung konsep Tomorrow Is Today. Artinya, mimpi masa depan terkait dengan pengembangan masyarakat, sementara terkait dengan perusahaan GAG Nikel itu harus disiapkan hari ini. Melalui diskusi-diskusi, usulan-usulan, perencanaan. Setelah perencanaan itu sudah matang, segera dilaksanakan, tidak perlu tunggu waktu. “Makanya tadi pak komisaris meninjau di lapangan, rencana-rencana yang sudah disampaikan kita benar-benar melaksanakan dan Alhamdulillah salah satu pemberdayaan masyarakat diajak untuk mandiri, kita membimbing dan melatih. Salah satunya penangkaran penyu dan pertanian,” katanya.

Penyerahan santunan dari Ny.Bambang kepada orang tua jompo.
Penyerahan santunan dari Ny.Risono kepada orang tua jompo.

Menurutnya, kehadiran perusahaan selain untuk kepentingan pertambangan, juga bagaimana mengembangan potensi lain. Bila melihat potensi Pulau GAG, masyarakat banyak memiliki kelapa, ke depan diharapkan menjadikan program unggulan nantinya. Bila selama ini mungkin kekurangan tenaga kerja yang mengelola kelapa, ini yang akan dicoba bantu benahi melalui PPM. “Tentu akan melibatkan pemerintah. Program yang akan kami usulkan, jika sudah menjadi persetujuan bersama, mari kita melaksanakan program ini. Sesuai peraturan yang ada, perusahaan akan mendorong program ini bisa jalan. Akhirnya tidak hanya sektor tambang yang ada, tetapi sektor lainnya,” katanya.

Office Manager Sorong, Ruddy Sumual menambahkan bahwa PT. GAG Nikel adalah perusahaan pemegang kontrak karya yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 19 Februari Tahun 1998.  PT GAG Nikel sudah beroperasi melakukan penambangan pada bulan Februari 2018.  Khusus untuk program pemberdayaan masyarakat, PT GAG Nikel mendukung semua program pemerintah yang di dalamnya PT GAG Nikel melakukan pemberdayaan masyarakat setempat yang ada di lingkar tambang. “Untuk saat ini kita fokus ke kampung di Pulau GAG yaitu Kampung GAG sendiri,” ujarnya.

Program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan PT GAG Nikel, ada yang sudah berjalan dan bahkan sudah sukses dalam arti masyarakat sudah terberdayakan dan kita sudah mendapatkan hasilnya. Diantaranya pemberdayaan masyarakat untuk pertanian, perusahaan mendatangkan tenaga ahli dari IPB Bogor untuk memberikan ilmu pengetahuan bercocok tanam kepada masyarakat. “Selama ini konsumsi kami untuk karyawan yang ada di camp itu supply sayur didatangkan dari Sorong. tapi dengan adanya program pemberdayaan masyarakat ini, sayur itu menjadi swasembada, kita tidak lagi mendatangkan sayur dari Sorong tetapi mengkonsumsi sayur yang dari hasil masyarakat. Bahkan hasil-hasil tanaman sayuran itu dipasarkan ke kampung-kampung yang lainnya yang ada di Distrik Waigeo Barat Kepulauan ini,” jelasnya.

Penyerahan santunan dari Ny.Risono kepada salah satu anak yatim.
Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf Albert Rodja saat menyampaikan apresiasi terhadap perusahaan PT.GAG NIKEL terkait program penakaran penyu yang dilindungi

Ruddy  mengatakan, sebelah utara Pulau GAG merupakan tempat bertelurnya penyu, sehingga masyarakat menamainya Pantai Tuturuga. Biasanya penyu-penyu bertelur di tempat itu dan tidak terlindungi karena banyak penyu dan telur-telur penyu, diburu liar masyarakat setempat bahkan masyarakat yang ada di sekitar pulau GAG. Padalah dari sisi aturan undang-undang, penyu dilindungi. 

Dengan hadirnya PT GAG Nikel ini, kami juga turut bertanggung jawab untuk melindungi satwa ini. Sehingga kami menggandeng masyarakat agar supaya masyarakat memahami benar-benar bahwa penyu ini dilindungi dan bagaimana masyarakat turut serta dalam berperan untuk melindungi penyu ini. “Caranya, kami memfasilitasi masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat untuk diberangkatkan ke Bali, ke tempat penangkaran penyu yang ada di Bali atau di Teluk Benoa. Mereka bisa melihat langsung proses penangkaran penyu. Dari situ, mereka bisa melihat kok banyak sekali turis yang tertarik melihat penyu ini, padahal sebenarnya penyu ini bukan asli dari Bali tapi didatangkan dari luar. Sementara kalau di Pulau GAG itu justru berasal dari pulau GAG sendiri,” jelasnya.

Warga Pulau GAG saat menghadiri acara kegiatan pelepasan penyu dan penyerahan santunan.

Keberadaan penyu di Pulau GAG,  potensial untuk dikembangkan. Selain melindungi penyu, penyu juga bisa menjadi daya tarik untuk menarik wisatawan datang ke Pulau GAG.  “Nah, itu juga kan dari sisi ekonomi akan berdampak kepada masyarakat. Jadi pemberdayaan dari edukasi ini juga sangat bermanfaat untuk masyarakat. Harapan kami menjadi wujud karena sudah ada dua kali dilakukan pelepasan penyu.  Sebelumnya itu, ada Pak Kapolda sendiri dan jajaran dari Polda Papua Barat mengunjungi Pulau GAG,” katanya.

Ditambahkannya, saat Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf Albert Rodja mengunjungi pulau terluar Raja Ampat, salah satunya Pulau GAG. Kapolda juga menyempatkan diri melepasliarkan penyu. “Pak Kapolda sangat mendukung penangkaran penyu serta mengimbau kepada masyarakat agar turut serta melindungi penyu-penyu ini karena ini sudah menjadi langka,” pungkasnya.

Salah satu orang tua jompo yang menerima santunan dari perusahaan PT Gag Nikel, Salengo yang sudah berusia 90 tahun, mengaku sangat senang menerima bantuan dari PT GAG Nikel. Hal senada dirasakan salah satu anak yatim yang menerima santunan, Naruto M. Saleh. “Kami sangat senang, perusahaan ini memperhatikan masyarakat seperti kami. Semoga tambah maju dan sukses PT. GAG Nikel,” ujarnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed