oleh

2002-2021 Total Dana Otsus Papua Rp138,65 T

Dana Otsus Untuk Mengejar Ketertinggalan Pembangunan di Papua
MANOKWARI-Pemerintah Pusat telah memberikan dana Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua dengan nilai cukup besar untuk mensejahterakan masyarakat Papua melalui program kesehatan, pendidikan, infraktruktur dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Namun menurut
Ketua Garda Merah Putih Papua Barat Saul Samuel Mandowen, dana Otsus tersebut belum dikelola secara maksimal.

Dikatakan Saul Samuel Mandowen, akibat kurang maksimalnya pengelolaan dana Otsus, ada persepsi dari masyarakat, bahwa mereka tidak merasakan manfaat dana Otsus. Parahnya lagi, ada yang beranggapan, pelaksanaan Otsus gagal.

Ketua Garda Merah Putih Papua Barat tak mengingkari, kalau sampai saat ini sebagian masyarakat Papua masih hidup di bawah garis kemiskinan. Pembangunan di sejumlah kabupaten masih tertinggal bila dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahtrakan masyarakat Papua serta mengejar ketertinggalan pembangunan, maka saat ini masih dibutuhkan kelanjutan Otsus.

‘’Kita masih sangat membutuhkan dana Otsus untuk mengejar ketertinggalan. Pembangunan dan pemerintaan pembangunan dapat terwujud bila didukung anggaran yang besar,’’ ujar Mandowen lagi, Kamis (28/1/2021).

Dalam perjalanan terkadang ada hambatan begitu juga dalam pengelolaan dana Otsus. Maka dia memaklumi, kalau sebagian masyarakat mengaku tidak merasakan dana Otsus. Dia meminta agar ke depan pengelolaan dana Otsus harus diperbaiki, tepat sasaran sesui dengan UU, bahwa Otsus untuk mensejahterakan masyarakat Papua, sehingga dana otsus ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Saya dari Garda Merah Putih Papua Barat dan secara pribadi sangat mendukung kelanjutan Otsus akan tetapi saya mengharapkan agar dana otsus dapat dikelola sesuai dengan tujuan untuk mensejahtrakan masyarakat. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar dapat mendukung kelanjutan Otsus,’’ imbuhnya.

Sebelumnya, pada rapat kerja dengan Komite 1 DPD RI, Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan, sejak tahun 2002 hingga 2021 total dana Otsus dikucurkan pemerintah pusat untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp138,65 triliun, TKDD (transfer ke daerah dan dana desa) Rp 702,3 triliun dalam kurun waktu 2005-2021 dan belanja K/L untuk membangun Papua mencapai Rp251,29 T (2005-2021).

Menkeu juga melihat belanja pendidikan dan kesehatan bersumber dari dan Otsus masih jauh dari rata-rata nasional. Padahal Otsus bertujuan mengejar ketertinggalan pembangunan. Di Provinsi Papua Barat belanja pendidikan baru 14,33 % dari total APBD dan belanja kesehatan 7,6 %. Di Provinsi Papua belanja pendidikan 13,8 % dan belanja kesehatan 8,7 %.

Silpa (sisa lebih penghitungan anggaran) dana Otsus masih tinggi. Di Provinsi Papua, rata-rata sisa dana Otsus 7 tahun terakhir sebesar Rp525,6 M dan DTI Rp389,2 T, sehingga sita dana tahun 2019 sebesar Rp1,7 T. Provinsi Papua Barat, rata-rata sisa dana Otsus 7 tahun terakhir sebesar Rp257,2 M, dan DTI Rp109,1 M, sehingga total sisa anggaran 2019 sebesar Rp370,7 M.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed