oleh

200 Pemuda Papua Tembus TNI-AL

SORONG – TNI Angkatan Laut merekrut 200 pemuda dan pemudi terbaik asal Papua ­menjadi prajurit TNI-AL strata Bintara dan Tamtama secara besar-besaran untuk mengawaki Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di wilayah Papua. Rekrutmen tersebut diputuskan ­melalui Sidang Komisi Penentuan Akhir (Pantukhir) Pusat seleksi penerimaan calon Bintara (Caba) dan Tamtama (Catam) ­Prajurit ­Karier TNI AL yang diselenggarakan di gedung serba guna Makoarmada III, Rabu (29/7).

Sidang pantukhir dipimpin Asisten Personel Kasal, Laksamana Muda TNI I Nyoman Mandra, M.Sc.CHRMP didampingi Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto,M.Tr (Han), Danlantamal XIV Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu H, Kadisminpersal Laksma TNI Dr. Benny Sukandari,SE.MM, Dirdiklat Kodiklatal Laksma TNI Judijanto,MSi,MA dan sejumlah pejabat TNI AL lainnya. 

Peserta Sidang Pantukhir ini terdiri dari 108 orang Caba Pria dan 17 orang Caba Wanita serta 85 orang Catam.  Namun, dalam Sidang Pantukhir Caba dan Cata PK TNI AL tahun 2020 wilayah Papua  memutuskan menerima sebanyak 100 calon Bintara dan 100 calon Tamtama. Dimana, masing-masing calon Bintara Pria 83 orang dan calon Bintara Wanita 17 orang, dan 85 calon Tamtama, plus 15 orang yang tidak diterima di Caba, ditawarkan secara sukarela masuk Catam. Dari 210 perserta Caba dan Cata, 10 diantaranya dinyatakan belum berhasil gugur. 200 Caba dan Cata yang lulus, selanjutnya akan menjalani pendidikan dasar militer, pendidikan dasar golongan dan pendidikan kejuruan di Sorong untuk selanjutnya ditugaskan sebagai anak buah KRI di jajaran Koarmada III. 

Setelah diumumkan lulus sebagai prajurit AL, sejumlah Caba terlihat menangis dan saling berangkulan, sebagai tanda perjuangan mereka yang tidak sia-sia walaupun berasal dari wilayah yang berbeda-beda. Tampak juga tangis di wajah mereka dan terharu atas hasil yang memuaskan walaupun harus melewati berbagai macam tahap seleksi yang ketat.

Aspers Kasal, Laksda TNI I Nyoman Mandra,MSc,CHRMP mengatakan, tahun 2020 pihaknya mulai melakukan langkah-langkah lebih intensif untuk membangun wilayah Papua, terutama merekrut sumber daya manusia (SDM) yang ada di Papua untuk kedapannya bisa mempercepat pembangunan dan menyamakan kualitas SDM di seluruh Indonesia. “Terutama yang ada di wilayah-wilayah terpencil dari Barat sampai ke Timur. Program perekrutan prajurit TNI-AL tahun ini, kita mulai galang sebagai awal.  Progres ini kita harapkan semoga dapat berlanjut sampai di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya kepada wartawam, kemarin.

 Disamping itu juga program pemimpin TNI AL, dalam hal ini Kasal sudah menginstruksikan bahwa selain rekrutmen dilakukan juga akan ada satuan pendidikan yang khusus mendidik hasil rekrutmen di wilayah itu. Contohnya rekrutmen di Sorong mengcover seluruh wilayah Papua dan Papua Barat.  “Mereka dididik di Sorong dan akan diimplementasikan sebagai satuan pengawak dari pada satuan-satuan Angkatan Laut yang ada di daerah Papua dan Papua Barat. Diawal Tahun ini, kita merekrut sebanyak 200 prajurit. Untuk metode pendidikan nantinya, TNI-AL tetap akan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan secara nasional,”terangnya.

Salah satu Catam, Moses B.Y Pay Letsoin asal Marauke  mengatakan, menjadi TNI AL merupakan cita-citanya sebagai anak bangsa. “Saya anak pertama dari 5 bersaudara, ini cita-cita saya untuk bisa menjadi prajurit TNI AL. Bapak saya adalah sakuriti sementara ibu saya hanya ibu rumah tangga. Dengan lulus TNI AL, saya akan membanggakan orang tua saya,”ujarnya.

Diakui Moses, ia mengetahui adanya perekrutan TNI AL dari temannya sehingga ia memutuskan untuk ikut mendaftrakan diri di Kota Marauke dan terus mengikuti seleksi hingga diterbangkan ke Kota Sorong pada tanggal 28 Juli 2020 kemarin dan berkumpul dengan semua calon prajurit TNI AL dari Papua maupun Papua Barat. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed