oleh

2 Terduga Penyerang Posramil Kisor Diamankan

Pangdam : Kalau Masih Berseberangan Kita Harus Mengajak Bersama, Tetapi Kalau Masih ‘Kepala Batu’ Maka Akan Kita Hancurkan

MANOKWARI –  Pihak kepolisian Polres Sorong Selatan berhasil mengamankan 2 terduga pelaku penyerangan Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat yang menyebabkan 4 anggota TNI AD meninggal dunia. Kedua terduga tersangka telah diamankan di Polres Kabupaten Sorong Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan, kedua terduga pelaku yang sudah diamankan akan terus dikembangkan oleh pihak Kepolisian Sorong Selatan. Selain itu, terkait adanya ancaman masalah keamanan pada pemerintahan setempat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pangdam mengatakan bahwasannya hal tersebut sudah biasa dilakukan. ”Karena kelompok tersebut dari dulu suka mengacam. Tapi, mari kita sadar, mari kita hentikan konflik, mari sesama anak bangsa dan anak negeri mendorong program pembangunan, pendidikan di tanah Papua,” kata Pangdam kepada wartawan, kemarin.

Dia juga menanggapi perihal  rilis dari oknum yang mengatasnamakan OPM bahwa mereka bertanggung jawab atas penyerangan di Kabupaten Maybrat. Menurut Pangdam, oknum tersebut hanya mencari panggung. ”Kalau ada saudara-saudara kita yang masih bersebrangan maka kita harus mengajak bersama, tetapi kalau masih kepala batu maka akan kita hancurkan, Gubernur dan Bupati pun mendukung,” tegasnya.

Siapa penyerang Pos Koramil (Posramil) Persiapan Kisor, Distrik Aifat Tengah, Kabupaten Maybrat yang menewaskan 4 prajurit TNI dan 2 prajurit lainnya luka-luka, makin menunjukan titik terang. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Letkol  Arm Hendra Pesireron membeberkan, pelaku penyerangan Posramil pada Kamis (2/9) dini hari sekitar pukul 04.00 WIT merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan MF.

Kapendam mengatakan, MF merupakan daftar pencarian orang (DPO) polisi atas kasus pembunuhan anggota Brimob Polda Papua Barat Bripka Viktor Palung yang sedang PAM di PT Wanagalang Utama, 15 April 2020 lalu. “Penyerang Posramil Kisor diduga pimpinan MF yang DPO kasus pembunuhan anggota Brimob di Bintuni,” kata Letkol  Arm Hendra Pesireron yang ditemui wartawan di kantornya, Jumat (3/9).

TNI masih mendalami keberadaan KKB pimpinan MF ini. Kapendam mengaku belum mengetahui secara pasti apakan ada jalur komando dengan KKB yang beroperasi di wilayah Pegunungan Tengah di Provinsi Papua. “Kami belum tahu juga apakan kelompok KKB pimpinan MF ini berafiliasi dengan yang di Papua, apakah jalur komandonya jelas atau tidak,” ujarnya.

TNI dan Kepolisian masih terus melakukan pengembangan setelah 2 orang diduga pelaku penyerangan tertangkap. Kedua terduga pelaku diamankan pada Kamis (2/9) sore ketika dilakukan pertemuan di tempat kejadian yang dihadiri Bupati Maybrat. “Sore hari setelah kejadian dilakukan pertemuan dihadiri Bupati. Di pertemuan tersebut juga dihadiri terduga pelaku. Anggota (TNI) yang kenal mencurigai, mendekati warga yang dicurigai itu dan dilakukan interogasi,” tuturnya.

Mantan Dandim 1712/Sarmi ini menjelaskan, saat dilakukan interogasi, salah satu yang diamankan mengaku sebagai bagian dari kelompok yang melakukan penyerangan Posramil Persiapan Kisor. “Dan langsung didalami. Karena ini kasus kriminal, maka terduga dibawa ke Polres Sorong Selatan. Dua-duanya diamankan,” ujarnya.

Pengakuan terduga lanjut Kapendam, sebelum penyerangan Posramil, KKB pimpinan MF melakukan rapat. Kelompok penyerang melengkapi diri dengan senjata tajam, batu serta senjata rakitan. “Memang sudah ada perencanaan menyerang Posramil Kisor. Masih terus didalami tim investigasi. Belum ada kesimpulan,” ucapnya lagi.

Kapendam mengatakan, saat KKB melakukan penyerangan, ada personel Posramil yang piket jaga. Anggota sempat melakukan perlawanan dan berteriak membangunkan rekan-rekannya, namun jumlah penyerang yang lebih banyak membuat personel Posramil Persiapan Kisor terdesak, 4 terbunuh, 2 prajurit lainnya menderita luka-luka dan 5 anggota berhasil menyelamatkan diri.

Motif penyerangan Posramil Kisor lanjut Kapendam, masih didalami. Anggota Posramil Kisor merupakan Satuan Bawah Kendali Operasi (BKO) Koramil Persiapan berasal dari Kodam XIII/Merdeka.  “Setiap distrik kan perlu ada Koramil. Karena Kodam XVIII/Kasuari keterbatasan personel, maka baik Kodim Persiapan ataupun Koramil Persiapan diisi oleh anggota Satuan BKO. Tugas mereka bukan Pamrahwan tetapi melaksanakan tugas territorial, pembinaan kepada masyarakat,” jelasnya. Kodam XVIII/Kasuari mengerahkan 1 kompi personel Yonif 762/PVY untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku, juga berkoordinasi dengan Polda Papua Barat untuk penyelidikan.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing turut berduka cita atas meninggalnya 4 pejuang bangsa yang dianggap pahlawan bangsa karena telah berjuang untuk Papua Barat. Kapolda mengatakan, usai kejadian tersebut, jajarannya telah melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan yang ia sebut sebagai  kelompok orang yang tidak dikenal, yang melakukan penyerangan terhadap Posramil di Kisor. ”Kami secara profesional menangani itu. Sejak kejadian tersebut, kami bersama aparat TNI dalam hal ini Danrem 181/PVT, untuk sama-sama melaksanakan investigasi, semoga perkembangannya dapat memberikan hasil yang positif agar dapat mengkaitkan ini dari kelompok mana dan ada keterkaitan dengan siapa, itu nasih dalam pengembangan,” paparnya.

Menurutnya, jika permasalahan tersebut dikaitkan dengan permasalahan di Bintuni beberapa waktu lalu, masih prematur karena masih  berkaitan dengan kelompok orang yang tidak dikenal yang melakukan penyerangan. ”Kenapa mereka melakukan penyerangan, kami sedang melakukan investigasi. Kedua terduga pelaku juga  masih didalami. Saya minta agar masyarakat tetap tenang, kami akan mendalami,” paparnya.

Kapolda Papua Barat menyangkan di tengah pandemi Covid-19 masih ada manusia yang melakukan tindakan-tindakan brutal dan  biadab, dimana sisi kemanusiaannya. ”Kita harus tahu itu, seharusnya mereka juga turut prihatin dengan masyarakat dan kondisi dunia saat ini,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, jajaran kepolisian langsung bergerak setelah mendapat laporan. Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) telah berada di Maybrat untuk mem-back-up penyelidikan.  “Kita melaksanakan tindakan kepolisian seperti olah TKP, mencari saksi-saksi, turut melakukan penyisiran mencari pelaku,’’ ujar Kabid Humas.

Jajaran Papua Barat juga mengerahkan BKO Brimob, Satgas Arfak serta personel Ditreskrimum untuk membantu proses penyelidikan. “Jadi back-up kita terhadap arus orang yang diduga bisa mengganggu kamtibmas di wilayah Aifat Selatan Kabupaten Maybrat,” imbuhnya. (juh/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed