oleh

2 Mei, PT Pelni Terakhir Jual Tiket Penumpang

-Ekonomi-429 views

Larangan Mudik, PT Pelni Sorong Hanya Layani Angkutan Logistik

SORONG– Menindaklanjuti Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik di Hari Raya Idul Fitri 1442 H, tanggal 2 Mei 2021, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sorong terakhir menjual tiket kapal penumpang. Selama larangan mudik diberlakukan, PT Pelni hanya melayani pengangkutan logistik.
Untuk resminya tentang penjualan tiket, kata Kepala Cabang PT Pelni Sorong, M Lutfi Israr Sutan, pihaknya menunggu Surat Edaran dari pusat. Seperti diketahui larang mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021 berlaku untuk moda transportasi darat, laut dan udara . Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 ini sebagai upaya pengendalian dan penyebaran Covid-19.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Kita merujuk pada Surat Edaran Satgas Covid-19, tinggal menunggu surat edaran dari Kementerian, dalam hal ini Dirjen perhubungan laut. Namun, Pelni sudah mengantisipasi hal tersebut, yang jelas untuk Sorong terakhir jual tiket pada tanggal 2. Karena penjualan tiket sistem online sehingga sudah di close penjualan pada tanggal tersebut. Tentunya kita kerjasama dengan KSOP, Pelindo semua mitra kerja kita di pelabuhan karena memang sudah ada surat edaran dari Satgas Covid-19 dilarang mudik, otomatis kita tidak adakan penjualan tiket. Hanya dari Pelni layani logistik tetap jalan. Kita hanya mengikuti Surat Edaran Satgas Covid-19,” jelas Lutfi kepada Radar Sorong ketika ditemui di Ruang Kerjanya, Senin (19/4).
Dikatakannya, ada 9 unit kapal Pelni yang masuk di Pelabuhan Sorong yakni dengan kapasitas 2.000 penumpang diantaranya KM Labobar, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Tidar, dan KM Sinabung. Sementara kapal yang berkapasitas 1.000 penumpang yaitu KM Tatamailau dan KM Sirimau. Adapun kapal yang berkapasitas 500 penumpang yaitu KM Sangiang.

“Jadi mulai tangga 6 hingga 17 Mei, hanya ada 5 kapal Pelni yang masih jalan dan hanya melayani logistik saja . Lima kapal tersebut yaitu Labobar, Ciremai, Dobonsolo, Sinabung dan Gunung Dempo itu khusus logisitik tidak melayani penumpang,”terang Lutfi .
Kacab Pelni yang murah senyum ini, juga mengatakan bahwa setiap momen lebaran biasanya kapal yang menuju Ambon dan Baubau merupakan wilayah yang tingkat penumpangnya melonjak sangat tinggi dibanding kapal ke daerah lainnya. Biasanya pada H-6 lebaran sebelum Covid-19 sudah ada terjadi penumpukan yang ke Ambon dan Baubau untuk kapal Ciremai, KM Dobonsolo dan KM Tidar yang terjadi peningkatan penumpang.
Lanjut dikatakan, karena situasi saat ini masyarakat dilarang mudik, sehingga Pelni mengantisipasi jika ada yang balik sebelum tanggal 6 Mei, kemungkinan akan terjadi lonjakan pada tanggal 22, 23 dan 25 April. “Tetapi mudah-mudahan normal saja. Kami mengimbau agar masyarakat mengikuti aturan dari pemerintah bahwa memang mulai tanggal 6 dilarang mudik. Kita berharap agar penumpang yang mau mudik tetap jaga prokes, dan dari jauh-jauh hari telah membeli tiket, untuk menghindari tiket habis terjual karena kuota yang terbatas karena di kapal social distancing,” pungkasnya.
Jerry, salah satu calon penumpang yang sedang melihat-lihat jadwa Pelni bulan April mengaku sebenarnya akan berangkat atau mudik pada bulan Mei mendekati hari lebaran, tetapi karena ada surat edaran untuk larangan mudik sehingga ia akan mudik sebelum pelabuhan ditutup. “Beta dengar ada mau lockdown mangkali lagi jadi beli tiket tempo sudah sebelum pelabuhan tutup nanti katong seng bisa pulkam jua,” katanya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed