oleh

2 Anak-anak Positif Corona

WAISAI – Tim Satgas Covid-19 Raja Ampat mengumumkan data terbaru perkembangan penyebaran Covid-19. “Dari hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke laboratorium BBLK Makassar sudah diterima 16 sampel. Hasilnya, 6 terkonfirmasi positif Covid-19 dan 10 sample lainnya negatif,” jelas Jubir Tim Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Raja Ampat dr.  Rosenda saat konfrensi pers di Kantor Bupati Raja Ampat, Selasa (5/5).

Dari 6 sample positif, sebelumnya masuk dalam data tracking riwayat kontak yang diantaranya 3 ODP dan 3 OTG, 2 orang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Waisilip dan 4 lainnya dari wilayah kerja Puskesmas Waisai. “Dari 6 orang tersebut, dua diantaranya masih anak-anak. Jenis kelamin perempuan usia 1 tahun, laki-laki usia 15 tahun, perempuan 6 tahun, laki-laki 48 tahun dan laki-laki 52 tahun, selanjutnya laki-laki 21 tahun, jadi ada dua orang perempuan dan empat orang laki-laki,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dari 47 sample yang telah dikirim ke laboratorium BBLK Makassar, baru sebanyak 16 sample yang diterima hasil pemeriksaannya.  Rosenda menjelaskan, kondisi seluruh pasien positif Covid-19 dalam keadaan baik dan sehat, mereka mendapatkan pelayanan dan perawatan secara khusus oleh tim medis di RSUD Raja Ampat.

Dari data sebaran, kasus positif 10 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 5 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 58 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 70 orang. Sedangkan ODP yang selesai melakukan pemantauan sebanyak 31 orang. “Kami menghimbau masyarakat tetap melakukan sosial distancing, physikal distancing, perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan air yang mengalir, kemudia melakukan etika batuk, serta selalu gunakan masker saat mendesak dan harus keluar rumah,” seru Rosenda.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Raja Ampat, Albert Kaihatu  mengatakan, dengan bertambahnya pasien positif corona, pihaknya akan mengambil langkah-langkah  diantaranya melakukan pengawasan secara menyeluruh di wilayah Distrik Waisai Kota. “Kami akan melakukan tindakan bagi warga masyarakat yang turun ke Sorong tanpa pemberitahuan ijin dari Posko Tim Satgas Covid-19 di Pelabuhan Falaya Waisai. Masyarakat yang menggunakan speedboat dari luar Waisai, akan diadakan pemeriksaan pas kecil jika terdapat pas (surat ijin driver) yang tidak dimiliki oleh motoris tersebut, speedboat yang digunakan akan ditahan. Itu bagian dari tindakan yang kami ambil,” tegasnya. 

Jika ada speedboat atau longboat yang datang ke Waisai pada malam hari, diharapkan melaporkan diri ke Posko Tim Satgas Covid-19 untuk dilakukan scrining. “Sekali lagi kami mengharapkan bagi warga masyarakat untuk tetap mengikuti himbauan dan protokol kesehatan. Jika tidak, akan kami tindak tegas,” ucap Kaihatu. 

Sementara itu, total kasus positif virus corona di Papua Barat hingga Selasa (5/5) sebanyak 49 kasus, dengan adanya tambahan 6 kasus positif di Raja Ampat. Sedangkan jumlah orang meninggal bertambah 1 orang di Kota Sorong, sehingga totalnya 10 orang, yakni 9 PDP (Pasien Dalam Pengawasan), rincian 7 di Kota Sorong, 1 Manokwari dan 1 di Teluk Bintuni, serta 1 orang meninggal yang positif corona.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap menjelaskan, tambahan 6 kasus positif, 4 laki-laki dan 2 perempuan di Raja Ampat berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di Makassar. Mereka ini terinfeksi dari transmisi lokal dan dari luar. “Untuk yang meninggal hari ini (kemarin,red) ada tambahan 1 PDP dari Kota Sorong, sehingga totalnya sudah 10 orang meninggal dunia,” jelasnya.

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ada tambahan 1 orang dari Raja Ampat, sehingga totalnya 55 orang, terdiri dari 17 orang masih dalam pengawasan dan 38 selesai pengawasan. Sebaran PDP, di Kota Sorong 32 orang, di antaranya 7 dalam pengawasan dan 25 selesai pengawasan, di Manokwari 9, di antaranya 3 masih dalam pengawasan dan 6 selesai pengawasan, Sorong Selatan 3 selasi pengawasan, Bintuni 2 orang selesai pengawasan, Manokwari Selatan 1 masih dalam pengawasan, Kabupaten Sorong 1 masih dalam pengawasan, Kaimana 1 selesai pengawasan dan Raja Ampat 5  orang masih  pengawasan. (hjw/lm) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed