oleh

19 Tersangka Pembunuhan 4 Prajurit TNI

Kabid Humas : Semuanya Anggota KNPB Pimpinan SI

MANOKWARI – Polres Sorong Selatan, Polda Papua Barat menetapkan 19 tersangka tindak pidana  penganiayaan dan penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat pada Kamis 2 September lalu. Peristiwa itu menewaskan 4 anggota TNI, Lettu Chb Dirman (Danposramil Persiapan Kisor), Serda Ambrosius Apri Yudiman, Praka Mohammad Dhirhamsyah, Pratu Sul Ansari Anwar, serta 2 prajurit luka terkena sebetan parang, Sertu Juliano Askusriandi dan Serda Imanuel Wenatubun, sementara 5 personel lainnya dalam kondisi aman dan selamat.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dari 19 tersangka, 2 orang telah ditangkap dan saat ini ditahan di Polres Sorong Selatan, sedangkan 17 tersangka lainnya masih dalam pengejaran. Sebanyak 17 tersangka tersebut sejak 9 September telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan, Kapolda Irjen Pol Tornagogo Sihombing telah memerintahkan Dansat Brimob Kombes Pol Semmy Rhony Thabaa, Dirreskrimum Kombes Pol Ilham Saparona dan Dirintelkam Kombes Pol Dedi Wiratmo untuk mem-backup Polres Sorsel dalam penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan 4 anggota TNI.

Adapun 2 tersangka yang telah diamankan berinisial MY (20) dan MS (18). Sedangkan 17 tersangka yang DPO masing-masing berinisial SK, MF, MA, SK, TS, IK, AF, AK, MK, MS, AK, MAF, MoA, MaA, YY, AY, dan RB. Para tersangka umumnya warga Kampung Insum dan Kisor, Maybrat. “Awalnya ditetapkan 2 tersangka MY dan MS. Dari pemeriksaan kedua tersangka tersebut, didapat informasi dan dikembangkan serta dikumpulkan barang bukti. Sehingga diperoleh 19 nama pelaku kejadian penyerangan Posramil Kisor yang menyebabkan 4 rekan TNI meninggal dunia. Dari 19 nama, sebanyak 17 nama telah ditetapkan sebagai DPO,” tandas Kabid Humas pada jumpa pers, di Mapolda, Jumat (10/9).

 Para pelaku merupakan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Dari 19 tersangka, terdapat 4 militan KNPB atau bergerak aktif, sedangkan lainnya anggota KNPB. “Para pelaku tindak pidana ini adalah orang-orang dari KNPB. Mereka secara struktur masuk dalam keanggotaaan KNPB, baik sebagai pimpinan maupun anggota,” jelasnya.

Dibeberkannya, SK merupakan Ketua KNPB Sektor Kisor, Distrik Aifat Selatan. MF merupakan DPO 3 kasus berbeda termasuk pembunuhan terhadap anggota Brimob Briptu Mesak Viktor Pulung. Pada saat penyerangan Posramil Kisor, MF membawa pistol rakitan. “Dari hasil penyelidikan, SK sebagai penggagas penyerangan Posramil Kisor. Para tersangka punya peran masing-masing saat penyerangan dan penganiayaan terhadap prajurit TNI di Posramil Kisor,” ucap Kabid Humas. Barang bukti yang diamankan berupa parang, bercak darah di parang maupun di TKP, selongsong peluru. BB ini akan dibawa ke laboratorium forensic untuk pencocokan. 

Dari keterangan dua tersangka MY dan MS, ada 3 pucuk senjata rakitan yang dibawa oleh SK, MF dan 1 DPO lainnya ketika menyerang Posramil Kisor. Sedangkan pelaku lainnya menggunakan panah, tombak dan parang. Sesuai rapat, saat penyerangan para pelaku membagi diri menjadi 3 kelompok, sisi kiri, kanan dan depan. Dua tersangka yang sudah ditahan, MY dan MS mengaku ikut terlibat dalam penganiayaan, mengayunkan parang ke salah satu anggota TNI yang sedang istirahat. 

Tersangka sebanyak 19 orang dikenakan pasal pembunuhan berencana. Kabid Humas membeberkan, sebelum melakukan penyerangan, para tersangka terlebih dahulu melakukan rapat perencanaan pada 3 Juli 2021 dan 2 September 2021. “Sehingga penyidik penetapkan dengan pasar pembunuhan berencana, sesuai Pasal 340 jo to 338 KUHP. Ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara,” ujar mantan Kapolres Manokwari ini.

Personel gabungan TNI dan Polri, lanjut Kabid Humas, masih terus mencari, melakukan penyisiran terhadap 17  pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Masyarakat yang tidak terlibat dalam penyerangan tak perlu kuatir atau takut. Personel TNI dan Polri melakukan pencarian pelaku tindak pidana pembunuhan. “Masyarakat kembali ke kampung masing-masing, beraktivitas, selain yang 17 orang  ini,” ucapnya.

 Kepada masyarakat yang mengungsi diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing. Kabid Humas mengatakan,  kehadiran TNI-Polri di sana bukanlah operasi militer, melainkan mencari para pelaku tindak pidana tersebut. “Saat ini personil TNI dan Polri hadir bersama masyarakat dengan tujuan memberikan rasa aman,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Letkol Arm Hendra Pesireron menegaskan, KNPB sebagai pelaku penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisar, di Maybrat, Kamis 2 September lalu yang menewaskan 4 prajurit TNI.  “Pelaku penyerangan itu KNPB karena tersangka yang sudah diamankan mengakui mereka KNPB. Sebelum pergi menyerang Posramil, mereka itu terlebih dahulu rapat di sekretariat KNPB yang letaknya sekitar 500 meter dari Posramil,” ujar Kapendam.

Ada kelompok yang mengaku diri sebagai pihak yang bertanggungjawab atas penyerangan Posramil Persiapan Kisor ini. Kapendam menuturkan, kelompok TPN-OPM mengklaim diri sebagai pelaku penyerangan sebagai bentuk pernyataan eksistensi atau mencari panggung. “KNPB ya di balik penyerangan Posramil Kisor ini, bukan TPN-OPM yang mencoba mencari panggung. Tersangka yang sudah diamankan mengakui KNPB, sehingga  kalau ada yang mengklaim pelaku penyerangan itu mau cari panggung,” tegasnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed