oleh

19 Casis Bintara Asal Maybrat tak Lolos Kesehatan

-Metro-40 views

**Diantaranya Karena Rekayasa Kelamin dan Buta Warna

SORONG- Dari 86 Calon Siswa (Casis) Bintara Polri asal Kabupaten Maybrat yang lolos seleksi administrasi, selanjutnya mengikuti seleksi lanjutan di Mapolda Papua Barat, 19 orang Casis diantarannya telah dinyatakan gugur setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Demikian pernyataan Ketua Pokja Adat MRPB, Samuel Kambuaya,S.Sos kepada Radar Sorong usai menyerahkan rekomendasai Pesetujuan Pembentukan DOB Maybrat Sau di Aula SMK YPK Imanuel Kota Sorong (2/5) lalu.

Berdasarkan laporan yang diterimannya dari Panitia Seleksi (pansel) bahwa rata rata Casis yang tidak lulus kesehatan karena berbagai faktor diantarannya karena faktor buta warna, faktor lainnya karena rekayasa alat kelamin. “Laporan yang disampaikan kepada kami di MRPB bahwa rata raya yang tidak lulus kesehatan karena buta warna, kemudian dia rekayasa alat kelamin dan ada juga Casis yang tidak lulus karena faktor figi yang tidak utuh” jelasnya.

Tidak hanya laki laki, tetapi dari jumlah 19 casis ada terdapat diantarannya Casis perempuan yang juga tidak lulus di tahapan ini karena sudah tidak menjaga kesuciannya lagi. “Kalau perempuan ya, mengarahnya kepada mahkota kesucian yang sudah tidak terjaga” ucapnya sembari menambahkan bahwa tahapan seleksi lanjutan dijadwalkan mulai berlangsung minggu ini. “Kami tidak tau berapa lagi anak anak Maybrat yang akan gugur,” tandasnya.

Dijelaskannya bahwa kalau ada Casis yang tidak lulus karena buta warna, menurutnya itu masih ada peluang untuk bisa berobat dan kembali mendaftar lagi di tahun depan. Sedangkan mereka yang rekayasa alat kelamin dan atau sudah tidak perawan sudah tidak bisa lagi terbuka peluang untuk mereka. “ bukan hanya di Maybrat, tetapi Kasus yang sama juga terjadi di 13 kabupaten – kota lain di Papua Barat,” tandasnya kepada Radar Sorong.

Oleh karena itu, kepada orang tua yang merasa anaknya tidak lulus seleksi casis Bintara Polri diharapkan tidak menyalahkan panitia seleksi, karena panitia seleksi dalam melaksanakan setiap proses selalu transparan dan tembusannya itu itu disampaikan kepada MRPB sebagai laporan. Dengan demikian kepada orang tua yang kedepannya ingin agar anak – anaknya masuk tentara atau polisi supaya mulai mengawasi anaknya mulai sejak bangku SD, SMP dan SMA  dalam pergaulan, sehingga tidak melakukan hal – hal yang dapat menjadi penghambat saat seleksi Bintara TNI maupun Polri.(ris) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed