oleh

178 Napi Terima Remisi Natal

-Metro-90 views

SORONG – Sebanyak 178 napi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sorong terima Remisi Khusus (RK) Hari Raya Natal tahun 2020 dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Kabar bahagia ini diumumkan langsung oleh Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sorong, Gustaf Rumaikewi, SH, MH, tepat pada momen perayaan natal, Jumat (25/12).

Dari total 178 Napi yang namanya diajukan kepada Kemenkumham untuk mendapatkan remisi natal, 163 napi diantaranya sudah mendapat realisasi sementara sisanya masih menunggu balasan dari Kemenkumham. Kendati demikian, Kalapas tetap menjamin napi tersebut akan mendapatkan hak remisi yang sama seperti napi lainnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Tetap dapat semuanya, yang 15 orang sisanya nanti menyusul. Mereka hanya tinggal tunggu suratnya turun dari kemenkumham saja. Mereka sudah masuk daftar tunggu, dan akan disusulkan,” ujar Kalapas saat ditemui Radar Sorong usai mengumumkan hasil remisi napi.

Kalapas menuturkan, mayoritas napi yang mendapatkan remisi natal kali ini merupakan mereka yang tersandung kasus pidana umum. Untuk mendapatkan remisi tersebut pun, para napi diwajibkan memenuhi persyaratan berkelakukan baik serta aktif dalam kegiatan pembinaan keagamaan  selama berada di Lapas Kelas IIB Sorong.

Syarat lain yang juga harus dipenuhi para napi untuk bisa mendapatkan remisi natal yakni, untuk napi tindak pidana umum harus sudah menjalani masa hukuman minimal 6 bulan sementara napi tindak pidana khusus harus menjalani masa hukuman minimal selama 9 bulan. Remisi tertinggi yang didapatkan napi pada momen natal tahun ini adalah 1 bulan 15 hari, dan yang paling rendah selama 15 hari. Namun kali ini, tidak ada napi yang mendapatkan remisi dan langsung bebas.

Kalapas berharap, hal ini menjadi suatu motivasi bagi napi lain yang belum mendapatkan remisi untuk tetap berkelakukan baik selama menjadi warga binaan Lapas Kelas IIB Sorong.

“Ini motivasi untuk mereka yang belum mendapat remisi supaya terus bisa berbenah diri. Mereka wajib mengikti program-program pembinaan terutama yang berkaitan dengan pembinaan kepribadian termasuk dalam hal kegiatan keagamaan,” tandas Kalapas. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed