oleh

170 BTS akan Dibangun di Kabupaten Sorong

-Ekonomi-78 views

AIMAS – S ebanyak 170 menara Base Tranceiver Station (BTS) akan dihadirkan di Kabupaten Sorong guna menyatukan seluruh daerah perkampungan yang selama ini masih terisolir dari jangkauan telekomunikasi. Dari 170 site tersebut, pembangunanya dibagi dalam 3 tahap, yakni 162 site 1A dilaksanakan pada tahun 2021 dan sisanya 8 site1B akan dibangun pada 2022 mendatang.
Pembangunan menara BTS ini dikerjakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melalui konsorsium PT Surya Energi Indotama (SEI) yang dimulai dengan survei formal mulai 28 Maret sampai bulan April. Setelah disurvei akhir Mei konsorsium akan mengirimkan barang-barang untuk kebutuhan instalasi.
Project Manager PT Surya Energi Indotama, Nyoman Swastika menerangkan bahwa pihaknya mengambil langkah lebih awal untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mencegah timbulnya masalah atau kesalahpahaman ketika pembangunan BTS dilakukan.

“Kami koordinasi Pemda Kabupaten Sorong. Harapan kami sejalan dengan instalasi ini, semua pengurusan site, pembebasan lahan atau terkait pembayaran hak ulayat maupun IMB sudah harus selesai. Ditargetkan penyelesaian sebelum bulan Oktober. Selanjutnya untuk B1 pembangunannya akan dimulai 2 atau 3 minggu setelah pertemuan ini,” terang Nyoman.
Dengan waktu yang terbilang mepet ini, Nyoman sudah mematangkan perencanaan pembangunan ini dan yakin bahwa pembangunan akan selesai sesuai waktu yang ditergetkan. Saat ini PT SEI telah memiliki 90 tim yang sudah di-training untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara di sisi lain, persiapan lainnya juga telah dipersiapkan di Len Technopark Subang.
Semantara itu, Kadis Kominfo kabupaten Sorong, Marthen Nebore, menuturkan bahwa pada prinsipnya Pemkab Sorong sangat mendukung program ini demi meniadakan kesenjangan antara masyarakat yang tinggal di perkotaan dengan masyarakat yang ada di perkampungan hanya karena ketiadaan akses telekomunikasi.

“Sekarang kita berada di era teknologi sehingga percepatan pertukaran informasi merupakan hal yang sangat penting. Pada prinsipnya, pemda sangat mendukung program ini nawacita presiden dengan adanya pembangunan daerah daerah 3T termasuk Kabupaten Sorong yang merupakan daerah blank spot (tidak terjangkau oleh jaringan),” terang marthen.
Dikatakannya, lokasi pembangunan BTS terbanyak di Kabupaten Sorong akan berada di Dsitrik Saigun, yang mana distrik tersebut berada di daerah pesisir. Untuk membangun menara BTS, Kominfo juga melihat potensi-potensi yang ada di sana, sehingga tidak bertentangan dengan adanya pembangunan tersebut.

“Misalnya ternyata titik berdirinya BTS nanti berada di area ahutan lindung, maka akan diambil langkah lain untuk relokasi pembangunan site menara BTS. Karena potensi hutan lindung harus tetap dijaga. Jangan sampai karena masuknya pembangunan lalu potensi ini hancur,” ujarnya.
Namun hingga saat ini, imbuhnya, belum ada masyarakat dari distrik tersebut yang menolak adanya pembangunan site BTS. Sebaliknya, masyarakat justru sangat welcome dan mendukung adanya pembangunan menara BTS di wilayah mereka. Bahkan, ada masyarakat yang secara sukarela menghibahkan lahan yang dimiliki guna pembangunan site menara BTS tersebut.

“Jadi masyarakat di kampung-kampung juga banyak yang sebenarnya sangat merindukan fasilitas telekomunikasi ini. Jadi mereka begitu gembira ketika tahu di daerahnya akan dihadirnya BTS sebagai fasilitas yang nantinya akan mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan kerabatnya yang mungkin berada di daerah lain,” tutup Marthen. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed